Pasien Positif Bertambah 7 orang di Wondama, Dua Diantaranya Bayi dan Anak

TELUK WONDAMA, Reportase Papua.com – Pasien Positif Covid-19 di Wondama Terus Bertambah, data per Senin, (28/9), terkonfirmasi kasus positif Corona virus disease (Covid-19) kabupaten Teluk Wondama Provinsi papua barat  sebanyak 7 orang.

Kali ini merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak per harinya. 7 diantaranya adalah satu bayi umur 21 hari, dan satunya lagi anak-anak.

Juru bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama dr. Yoce Kurniawan menyampaikan dalam jumpa pers di kediaman bupati Wondama tadi malam. 10 hari yang lalu pasien bayi berumur 21 hari masuk RSUD karena terkena diare. Karena, di RSUD diterapkan protokol kesehatan covid-19, sehingga setiap paseien masuk RSUD rawat inap diwajibkan jalani pemeriksaan Rapid test.

Awalnnya Rapid test terhadap bayi tersebut negative namun setelah proses perawatan medis berjalan namun kelihatan semakin buruk akibat sesak nafas, medis lakukan Rapid test dan ternyata reaktif sehingga di lakukan pemeriksaan tes cepat molekuler (PCR) dan hasilnya positif.

“Kronologinya bayi umur 21 hari berasal dari luar kabupaten teluk Wondam, datang berobat ke RS dengan keluhan diare atau buang-buang air. Sesuai protokol rumah sakit setiap pasien yang rawat inap wajib di lakukan Rapid test. Saat itu Rapid testnya non reaktif sehingga dirawat diruang bayi, selama diruang bayi kesehatannya menurun, setelah 10 hari tepatnya hari kemarin pasien mengalami sesak, sehinngga kita lakukan Rapid test ulang dan hasilnya reaktif kemudian kita lanjutkan pemeriksaan swab PCR hasilnya positif,”ucap Yoce.

Setelah terkonfirmasi, tim medis lakukan traccing terhadap keluarga terdekat bayi, yakni kepada ibunya dan teryata ibunya raktif Rapid test dan positif hasil swabnya. Bukan hanya ibu dan bayinya positif tetapi tenaga medis yang merawat bayi tersebut sebanyak 10 orang 4 diantaranya ikut terpapar covid-19.

“setelah positif kita lakukan traching kepada keluarga terdekat yaitu ibunya pun positif, suami dan anak satu lagi hasilnya negative.Kita lakukan rapid test kepada perawat yang sempat kontak dengan bayi tersebut, karena sempat di rawat 10 hari dan perawat semuanya melakukan sit (pergantian waktu tugas jaga) dan pernah menangani pasien ini, jadi diruang bayi itu ada 12 orang,” ujar Yoce.

Tenaga medis yang bergejala ringan ada 4 orang positif, “Gejala ringan itu ada 4 orang petugas isolasi positif. Ditambah dengan satu orang anak dari petugas medis yang sering dibawa bekerje ke rumah sakit itu hasilnya juga positif. Sehingga dari petugas 4 orang ini bergejala ringan sedangkan anaknya tanpa gejala dan pasien yang positif diawal bergejala sedang sampai berat sementara ibunya tampa gejala”beber Yoce.

Kata dia, minggu lalu wondama sempat masuk ke dalam zona kuning covid-19 pada minggu lalu, oleh provinsi Papua barat, namun karena penambahan hari ini Wondama bertambah 7 orang sekaligus Wondama kembali ke Zona merah artinya masih ada pasien Covid-19 yang di rawat di RSUD.

“Menyampaikan, perkembangan covid-19 per hari ini 28 desember 2020, tambahan hari ini, kontak erat 22 orang, total 426 orang masih dalam pemantauan, 13 orang tenaga medis ditambah 12 orang kontak erat. selesai pemantauan 401, untuk kasus suspek tidak ada penambahan 24 orang dan sudah selesai pemantauan, probable tidak ada perubahan 17 orang dan sudah selesai pemantauan. Total yang diperiksakan PCR swab 412 orang, jadi hari ini ada pemeriksaan 10.Negative 370 positif 42. Jadi hari ini ada tambahan 7 orang positif. Sembuh 34 orang meninggal dunia positif covid-19 1 orang.

7 pasien Covid-19 saat ini sedang di rawat di ruang isolasi covid-19 RSUD Wondama. melalui penambahan yang naik secara drastis itu, Yoce mengajak seluruh lapisan masyarakat agar mentaati protokol kesehatan dengan baik.

“7 pasien ini, di rawat di rumah sakit, di ruang isolasi Covid-19 RSUD Wondama. lakukan protokol kesehatan dan jangan lengah. Cuci tangan pakai masker, jaga jarak itu penting penting menjaga kita terlindung dari Covid-19,”ujar Yoce.

Yoce juga mengajak semua masyarakat Wondama agar belajar dari kasusu yangada, oleh sebeb itu selaku Jubir Covid-19 sekaligus kepala RSUD Wondama Yoce menghimbau agar terus tingkatkan disiplin protokol kesehatan covid-19.

“Pelajaran yang kita ambil dari kasus hari ini adalah mari kita lakukan protokol kesehatan dan jangan kita lengah, jaga jarak, cuci tangan pakai masker itu wajib dan terus kita lakukan sebab, covid-19 belum selesai di Wondama dan covid-19 tak kenal siapa anda dan apap profesi anda. Mari kita taati peraturan pemerintah melalui peraturan bupati yang akan diperdakan mengenai Covid-19,”tutup Yoce. (SR)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,735PengikutMengikuti
17,400PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles