PB PON Paparkan Sejumlah Agenda dan Kesiapan PON

0
263

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Komisi V DPR Papua bersama lintas Komisi DPR Papua dan Panitia Besar atau PB PON Papua menggelar pertemuan tertutup, guna membahas sejumlah agenda dan kesiapan PB PON dalam rangka pelaksanaan PON di Papua XX tahun 2020, mendatang.

Dalam pertemuan itu, Panitia Besar (PB) PON Papua memaparkan kesiapan PON Papua XX pada 2020 mendatang kepada lintas Komisi DPR Papua yang diinisiasi Komisi V DPR Papua yang berlangsung di Hotel Swisbell Jayapura, Kamis (24/10/19).

Ketua harian PB PON Papua, Yunus Wonda mengatakan, ia mengundang seluruh bidang untuk hadir menyampaikan progres mereka terkait dengan persiapan PON 2020.

“Ada banyak catatan-catatan dari anggota dewan dan itu akan menjadi presentatif untuk kami membawa dalam penyusunan anggaran,” kata Yunus Wonda kepada Wartawan, usai rapat.

Apalagi kata Politisi Partai Demokrat itu, ada banyak pertanyaan-partanyaan dari dewan terkait break down anggaran karena sebelum terjadi perubahan sebanyak 47 cabang olahraga akan dipertandingkan. Akan tetapi hampir sebagian besar bidang sudah menyusun dan sudah selesai.

“Tapi begitu terjadi perubahan SK seratus 2019 dia turun menjadi 37. Ini kan harus kita hitung ulang lagi, sehingga itu yang tadi dewan minta supaya dihitung ulang dengan baik lagi, supaya itu semua terhitung dan harus rasionalisasi,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Yunus Wonda, PB PON akan duduk bersama pemerintah untuk melakukan rasionalisasi. Setelah itu mereka akan dinaikan ke gubernur selaku Ketua Umum PON untuk melihat. Jika anggaran disetujui barulah penyelenggaraan disiapkan.

Akan tetapi kata Yunus Wonda, sebagai penyelenggara secara keseluruhan, anggaran yang dibutuhkan diakhir 2020 ini.

“Jadi PB PON sampai hari ini dana yang diberikan pada PB PON dari pemerintah Rp 2,4 triliun lebih, ” ungkapnya.

Kata Yunus Wonda, pihaknya memang harus kerja keras bersama bidang-bidang, begitu juga pemerintah ikut kerja keras, juga PB PON, untuk bagaimana berupaya ikut mencari sumber-sumber dana lain.

Apalagi dana tersebut kata Yunus Wonda, untuk penyelenggara PON 2020, bukan pembangunan infrastriktur tapi itu untuk biaya penyelenggara.

“Tapi seluruh anggota DPR memberikan dukungan, begitu dengan semua penjelasan kami semua bapak dan ibu anggota dewan merasa bahwa harus di dukung terus, untuk bisa sampai dana harus lebih dari itu, karena dengan dana itu kalau kita mau hitung-hitung memang masih belum mencukupi,” kata Wonda.

Hanya saja, ujar Yunus Wonda, dana yang terbanyak di alokasi ada pada komsumsi, dan akomodasi. Kalau transport tidak signifikan karena transport rata-rata langsung dari Menteri Perhubungan yang sudah menyumbangkan.

“Tapi itu dananya masih di cari dan itu akan kami terus upayakan. Jadi nanti perubahan dari 47 ke 37, sehingga nanti bidang akan menyusun lagi kembali dan bidang akan serahkan kepada kami PB PON, lalu PB PON akan lihat dan PB PON dengan pemerintah akan rasionalisasi bersama-sama, setelah itu diserahkan kepada gubernur sebagai ketua umum, lalu beliau bikin pernyataan setuju,” terangnya. (Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here