JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura resmi menggandeng Polres Jayapura Kota untuk menertibkan sambungan liar, serta mengamankan sumber air yang memasok kebutuhan air minum warga di Kota Jayapura.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna dan Kapolres Kota Jayapura, AKBP Gustav Robby Urbinas di Hotel Sahid Jayapura, Senin (16/12).

Dirut PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan, penandatangan nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengamankan sistem penyedia air minum (Spam) milik PDAM. Kerjasama ini juga bertujuan menindak oknum masyarakat yang melakukan pencurian air maupun perusakan jaringan air minum, termasuk sumber air PDAM.

Sutisna mencatat, sebanyak 37 sambungan liar di kawasan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara.  Demikian juga kawasan Kampwolker, Distrik Heram terdapat lima entake yang akan mulai ditertibkan. Penertiban juga akan dilakukan di entake kawasan Ajendam, Distrik Jayapura Utara.

 “Kami banyak menemukan banyak oknum masyarakat yang melakukan perusakan spam  PDAM dari mulai sumber air, pipa tranmisi, bak penampung maupun pipa penampung dan pipa distribusi. Dan dibeberapa wilayah diidentifikasi banyaknya sambungan liar dan melakukan penyumbatan sumber air dan merugikan PDAM,” terangnya.

Menurut Sutisna, ulah oknum masyarakat tersebut telah menyebabkan pasokan air milik PDAM berkurang. Dia pun berencana akan melakukan operasi besar-besaran bersama Polres Jayapura Kota untuk menertibkan sambungan liar.

“Kami sangat dirugikan dengan jumlah pelanggan kami 34.600. Apalagi total kerugian air yang hilang menurut BPKP hasil audit tahun 2019, masih 43 persen,” kata Sutisna.

Dia berharap penertiban bersama Polres Kota Jayapura akan meningkatkan jumlah pelanggan di bulan Januari 2020. Apalagi, PDAM Jayapura akan menggelar operasi besar – besaran untuk penertiban sambungan liar.

Sementara itu, Kapolres Kota Jayapura, AKBP Gustav R. Urbinas menegaskan akan membentuk tim untuk menangani pencurian dan perusakan spam milik PDAM Jayapura. Dia pun memastikan tidak akan tebang pilih dalam menindak para pelakunya.

“Untuk akhir tahun 2019 kami masih upayakan persuasif, namun tahun depan akan kami tindak tegas, siapa pun orang termasuk instansi pemerintah,” tegas Gustav kepada wartawan.

Bagi pelaku pencurian air, kata Gustav, pihaknya akan menjerat Pasal 362 KUHP, sedangkan untuk pelaku perusakan Spam dapat dijerat Pasal 170 KUHP. “Siap-siap dipidana, ancaman hukumannya bisa sampai 5 tahun penjara,” kata dia.

Gutav mengimbau kepada masyarakat agar berhenti melalukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat lainnya. “Kami sarankan berhenti melakukan perusakan atau melakukan penyambungan air secara ilegal,” imbaunya. (Stella)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here