JAYAPURA, Reportasepapua.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Jayapura menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dihadiri langsung Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Calvin Mansnembra, Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano, MM yang juga Pembina politik di Kota Jayapura dan Wakil Ketua II DPR Papua, Edoardus Kaize, SS, Plh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Ignasius Hasyim dan Anggota DPR Papua dan Anggota DPRD Kota Jayapura dari Fraksi PDI Perjuangan.

Musancab dilaksanakan di Pantai Base G, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Sabtu (25/7).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura, Fransisco Ardamis, S.ST mengatakan, jika Musancab ini merupakan yang pertama di kepengurusan 2019.

“Jadi seharusnya 2020 keperiodean kami, tapi kemarin dalam Konggres dimajukan dari 2020 ke 2019,” ujar Fransisco Ardamis.

Dijelaskannya, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kota Jayapura sebenarnya sudah terbentuk pada Februari 2020, namun karena adanya pandemic Covid-19, kemudian tertunda. Tetapi, dalam sub meeting dengan DPP PDI Perjuangan, diperintahkan untuk melakukan Musancab sebelum akhir Juli 2020, sudah harus selesai.

“Tapi kami bersyukur, DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura sudah bisa melakukan dan bisa dilaksanakan 25 Juli 2020, yang diikuti lima PAC dari lima distrik,” ungkapnya.

Bahkan untuk pengurus ditingkat ranting, diakui Fransisco Ardamis, sudah terbentuk pada 39 ranting, sehingga tinggal melakukan pleno di tingkat DPC PDI Perjuangan, kemudian baru melakukan Musyawarah Anak Ranting.

Untuk itu, kata Fransisco Ardamis, dalam kesempatan Musancab ini, juga akan dilakukan pelantikan lima PAC PDI Perjuangan di Kota Jayapura.

“Ya mekanismenya adalah dibacakan rekomendasi yang dilakukan pada Februari 2020, pengusulan lima orang nama. Kemudian dibacakan rekomendasinya oleh DPD PDI Perjuangan Papua, ada tiga orang yakni ketua, sekretaris dan bendahara. Kemudian dibentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan, kemungkinan ada 9 kepengurusan di setiap distrik, setelah itu dilantik,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano, MM mengatakan, jika yang telah dijalani, diikuti dalam partai ini adalah jalan ideologi, yang memiliki tantangan untuk dilaksanakan bagi seluruh kader PDI Perjuangan sebagai garda terdepan khususnya di Kota Jayapura.

“Sesuai yang disampaikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarno Putri yakni Solid Bergerak, Bumikan Pancasila khususnya di Kota Jayapura, bumi Port Numbay, negeri matahari terbit ini,” kata BTM, sapaan akrabnya yang juga merupakan Kader PDI Perjuangan ini.

Apalagi tandas BTM, Pancasila adalah dasar negara kita, itu harus terpatri dalam sanubari, lebih khusus para kader PDI Perjuangan sampai di kampung-kampung yang ada di Bumi Port Numbay.

“Solid Bergerak, Bumikan Pancasila. Ini triger bagi kader Partai PDI Perjuangan. Ini adalah tantangan yang harus dijaga dan dijawab,” tandasnya.

Masih ditempat yang sama, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Calvin Mansnembra menambahkan, ada instruksi dari DPP PDI Perjuangan untuk mempersiapkan Musancab, namun pada pertengahan Maret 2020 karena pandemic Covid-19 sehingga tertunda.

“Namun, kita tetap harus bergerak dan tetap bekerja tanpa pamrih sampai di kampung-kampung di Kota Jayapura. Musancab ini juga pada hari yang sama digelar di empat kabupaten, Kota Jayapura, Biak, Waropen dan Nabire,” imbuhnya.

Menurutnya, instruksi DPP PDI Perjuangan melalui rapat virtual, diberikan batas waktu akhir Juli 2020 untuk menyelesaikan dokumen bersama 25 DPC lain untuk dapat dilaporkan ke DPP PDI Perjuangan.

“Jadi ingat dan cermati baik instruksi DPP PDI Perjuangan terakhir, maka kita diberi waktu adalah sampai akhir Juli 2020 untuk menyelesaikan dokumen bersama 28 DPC yang lain untuk dilaporkan ke DPP. Kebetulan, Kota Jayapura hanya punya lima PAC saja dan gambang digelar,” pungkasnya. (Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here