Pedagang Telur Panik Saat DPR Papua dan Tim Satgas Pangan Turun Sidak di Pasar Hamadi

1

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Setelah mendapat informasi tentang adanya kelonjakan harga telor, yang sangat drastis dan bawang merah serta sejumlah bahan pangan di tengah pandemi virus corona atau covid-19 ini, Tim Satgas Pangan Daerah Provinsi Papua yang didalamnya, Disperindagkop Provinsi Papua, Bulog, BI, Polda Papua bersama DPR Papua dalam hal ini Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sentral Hamadi Kota Jayapura, Selasa (7/4), pagi.

Kedatangan Tim Satgas Pangan Daerah Provinsi Papua bersama Komisi II DPR Papua ini secara mendadak ke pasar, sontak membuat para pedagang menjadi kaget dan gugup.

Apalagi ketika dicerca berbagai pertanyaan dari pihak Tim Satgas juga Komisi II DPR Papua, membuat pedagang-pedagang itu tak berkutik dan bahkan ada yang sempat berkelit dengan alasan tidak masuk akal.

Menanggapi tingkah laku para pedagang yang diduga dengan sengaja telah memainkan harga, Ketua Satgas Pangan Daerah Provinsi Papua, Ricko Taruna mengatakan, meskipun sidak yang kita lakukan hari ini telah diketahui pedagang, tapi paling tidak dengan kehadiran kita disini sempat membuat mereka panik.

“Apalagi pedagang yang memang punya niat untuk jual dagangannya secara mahal, itu langsung mereka kembalikan harganya jadi normal. Jadi spontan mereka langsung turunkan harga sendiri. Tetapi kita akan ngecek juga langsung ke distributornya, dengan memberikan penjelasan sekalian, bahwa masalah ini bukan masalah lokal tapi ini masalah global yang harus sama-sama kita berempati, janga menari-nari diatas penderitaan orang lain. Kita semua sama disini,”kata Ricko Taruna kepada sejumlaj wartawan disela-sela sidak di Pasar Sentral Hamadi Kota Jayapura, Selasa (7/4).

Menurutnya, apabila langkah-langkah yang sudah kita lakukan secara preentif, prefentatif tidak bisa juga, maka kita akan melakukan tindakan-tindakan hukum.

“Nanti tindakan hukumnya seperti apa, itu nanti ada juga bagiannya. Tetapi dengan hasil yang sekarang hari ini, menjawab bahwa kenaikan harga kemarin, para penjual telur hari ini langsung membuat normal harga. Dari harga Rp.100.000 dan Rp.95.000 hari ini langusung turun Rp.85.000,” ujar Ricko.

Artinya jika ditelisik, lanjut Ricko Taruna,
ini belum mormal-normal amat, karena dari harga normanya memang masih sangat jauh tetapi hari ini turun dari harga yang kemarin.

Kata Ricko, pihaknya telah melakukan tindakan persuasif dan preentatif. Namun kedepannya jika ternyata masih ada pedangang nakal yang menaikkan harga telur atau harga bahan pangan lainnya, maka pihaknya akan lakukan langkah-langkah tegas.

“Termasuk dengan distributornya kita akan tindak, apabila mereka juga melakukan hal-hal yang masih melanggar ketentuan. Tapi kita yakin dan percaya kalau telur ini kan kita akan cepat menanggapi sesuai dengan kebutuhan masyarakat juga. Kenaikan bukan hanya telur saja tapi juga harga Bapok lainnya, itu nanti kita akan cek lagi bersama tim dan langkah yang akan kita tempuh nanti juga akan tindak distributor bawang, ayam dan distributor lainnya,” jelasnya.

Dikatakan, dari pengakuan pedagang yang menyebabkan harga bawang merah naik, karena memang stok bawang merah sementara ini tidak ada.

“Tetapi kalau harga telur seharusnya dari kemarin sudah turun harganya karena tanggal 1 April sudah 7 konteiner turun. Ini kita akan langsung cek ke distributornya,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian, Mustakim HR mengatakan, dari hasil pantauan kita hari ini, memang komoditi telur kelihatannya langkah sehingga dalam dua minggu ini menjadi keluhan masyarakat.

“Tadi ada kenaikan harga yang signifikan yang selama ini hanya dijual berkisar Rp. 65.000/rak, tetapi yang kita lihat hari ini sudah melonjak ke harga Rp.85.000 sampai Rp.95.000. Bahkan tadi kami dengar sendiri dari masyarakat kalau ada pedagang yang jual dengan harga Rp.100.000/rak,” bebernya.

Oleh karena itu kata Politisi Partai Demokrat itu, dirinya menghimbau kepada seluruh pedagang, baik distributor maupun pengecer, sebaiknya menjual dengan harga yang normal dan selayaknya.

“Saat ini jangan mengambil kesempatan, jangan menari nari diatas penderitaan masyarakat kecil. Ini adalah bencana, ini adalah musibah secara global yang menimpa kita semua di seluruh dunia,”ujar Mustakim

Untuk itu pihaknya meminta aparat kepolisian, apabila masih ada oknum pedagang nakal yang mengambil kesempatan harus ditindak tegas.

“Kita melihat di daerah Jawa saja ada orang keluar berkeliaran itu pun ditangkap. Nah, pada saat ini kalau memang masih ada yang menjual komoditas melebihi dari harga normal, saya minta aparat kepolisian dan Tim Satgas harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena ini adalah musibah jangan mengambil kesempatan diatas penderitaan orang banyak. Jadi ada stok dan tidak ada stok sebaiknya jual lah dengan harga normal sebelum kalian mendapat tindakan tegas,”tekannya.

“Jadi semua komoditas, bukan hanya telur, bawang merah tapi juga cabe keriting dan lain-lainnya harus dijual dengan harga normal tidak boleh mencari keuntungan dengan memainkan harga. Ini memang memacu, karena kalau ada satu komoditas yang naik, maka akhirnya memacu yang lain ikut naik harganya,” sambungnya.

Oleh karena itu kata Mustakim, dalam kondisi seperti ini pihaknya meminta harga harus stabil. Karena orang semua dalam kesusahan, orang tidak bisa mencari dengan leluasa. Masyarakat tidak bisa mencari terus kebutuhan-kebutuhan hidup kita harus terenuhi.

Ditambahkannya, dengan adanya keterbatasan daya beli masyarakat hendaknya harga tetap stabil. Jangan permainkan harga jika tak ingin berbenturan dengan hukum.

“Kalau dia masih melampaui dari harga normalnya, maka kami minta aparat harus bertindak tegas tidak ada kompromi lagi jika temukan pedagang nakal. Demi stabilitas daerah kita harus ditindak tegas,”tandas Mustakim.

Sekedar diketahui, selain Mustakim HR yang turun lakukan sidak juga nampak anggota Komisi II DPR Papua lainnya, diantarnya H. Darwis Massi, SE, Orgenes Kaway, Petrus Magai dan Siti Susanti. (tiara)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here