Pedagang Jangan Manfaatkan Situasi Dengan Menaikan Harga Bapok

0
201

JAYAPURA, Reportasepapua.com Meskipun Pemerintah Provinsi Papua telah menutup akses laut dan udara dalam rangka pencegahan virus corona atau Covid-19 di Tanah Papua, namun masyarkat yang ada di Tanah Papua diminta tidak perlu khawatir akan kehabisan bahan pokok (Bapok), selama isolasi wilayah dilakukan.

Pasalnya, stok bahan makanan hingga tiga bulan kedepan masih aman

Untuk itu, Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi Perekonomian, Mustakim HR menghimbau masyarakat jangan panik, tetap tenang dan tidak perlu takut dengan keadaan saat ini.

“Kita tidak boleh dihantui ketakutan kehabisan bahan pangan,” kata Mustakim saat dihubungi Reportase Papua lewat via selulernya, Rabu (25/3), siang.

Menurut Politisi Partai Demokrat itu, bahan pangan yang ada saat ini mampuh memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Papua untuk tiga bulan kedepan.

“Pemerintah sudah hitung bama yang ada saat ini dan cukup untuk kebutuhan tiga bulan kedepan. Kan isolasi wilayah juga hanya 14 hari. Dan larangan itu hanya berlaku untuk manusia, yang hendak berkunjung ke Papua, tapi barang ataupun logistik lainnya tetap boleh masuk,” jelasnya.

Sehingga kata Mustakim, masyarakat tidak perlu belanja yang berlebihan. Karena dengan berbelanja secara berlebihan akan membuka peluang bagi oknum-oknum pedagang nakal menaikkan harga bama.

“Saya mengimbau ke pedagang. Tapi saya yakin distributor tidak akan naik harga, biasanya oknum pengecer. Tapi jangan juga pengecer coba-coba menaikkan harga karena ini dipantau,” tandas Mustakim.

“Jadi jangan (pedagang) memanfaatkan situasi ini karena nanti rugi sendiri. Ini dipantau tim terpadu dan juga masyarakat sendiri. Makanya pedagang jangan memacu timbulnya hal-hal tidak diinginkan,” sambungnya.

Dirinya menambahkan, jika dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pengecer. Hal ini dimaksud agar dapat mengecek langsung sejauh mana ketahanan pangan saat ini.

“Rencana Komisi II mau turun lapangan ke pasar sebenarnya sudah terjadwal,
tapi ada satu dan lain hal sehingga kami akan agendakan ulang. Kami tidak bisa turun sendiri, sehingga kami juga nanti akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Karena tidak bisa kami Komisi II sendiri yang bergerak,” terangnya. (tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here