KEEROM, REPORTASEPAPUA. COM- Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan Rapat Koordinasi Gugus Tugas percepatan penaganan Corono Virus Diseanse (Covid 19) Tahun 2020 di Sekertariat/Posko Gugus Tugas di Puskesmas Arso Kota, Senin (23/3).

Pada Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan penaganan Corono atau Covid- 19 menyikapi penaganan Corono / Covid- 19 di Kabupaten Keerom yang dipimpin langsung Bupati Keerom MUH Markum.

Bupati Keerom MUH Markum, SH, MH.MM mengatakan, sejak terbentuknya Gugus Tugas penaganan Conona atau Covid -19 Tahun 2020 di Kabupaten Keerom dan sesuia surat edaran.

Gubernur Provinsi Papua telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Kab Keerom untuk segerah mengambil langka- langka penaganan kasus Conona (Covid 19). “ atas aturan itu pada tanggal 15 Maret 2020, Pemda Keerom membentuk Gugus Tugas penaganan kasus Corona atau Covid – 19 di Kab Keerom dan Puskesmas Arso Kota menjadi Sekertariat/Posko,”ujar pada Markum pada Rapat Koordinasi.

Selain itu, sejak adanya surat edaran dari Pemerintah Provinsi Papua pada tanggal 15 Maret 2020, telah dilaksanakan beberapa kali pertemuan dengan Forkompinda dan mengelurkan himbauan melalui surat edaran.

“ terbentuknya Gugus Tugas untuk segerah melakukan penyemprotan mulai dari sekolah, tempat ibadah, pembagian masker serta hand sanitizer,”sambungnya.

Untuk obat Corona atau Covid- 19 telah ada 3 obat untuk penyembuhan virus coronoa diantaranya, clorocoin. “ Dinas Kesehatan Kab Keerom untuk segerah menyurat ke Provinsi Papua untuk meminta obat tersebut,”ungkap Markum.

Sementara Ketua Tim Gugus Tugas Penaganan Kasus Corona Kab Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM mengatakan, berdasarkan surat keputusan Bupati Keerom tentang pembentukan Gugus Tugas percepatan penaganan Covid- 19 telah mengambil langka- langka dan telah dilakukan yakni melakukan pertemuan untuk menyamakan persepsi terkiat tugas- tugas yang akan dilakukan.

Selain itu telah diperintahkan kepada seluruh Puskesmas yangt ada di Kab Keerom untuk melakukan deteksi terhadap orang- orang yang baru datang dari luar Papua dan meminta kepada orang terindikasi untuk mengisolasi diri dan melakukan pengawasan oleh tim kesehatan.

“ sampai tanggal 23 Maret 2020 data yang diperoleh sebanyak 53 Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kab Keerom. makanya sampai saat ini kegiatan penyemprotan maupun sosialisasi akan terus dilakukan secara berjenjang dan tidak terhenti sampai dengan saat ini,”jelasnya. (Rhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here