JAYAPURA, Reportasepapua.com – Ketua Tim Pemerhati Infrastruktur Papua, Bertus Asso mengapresiasi pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah mengangkat 3 orang asli Papua dalam jabatan administrator di Kementrian tersebut.

Ketiganya yakni Edu Melki Paulus Sasarari S.T., M M sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jayapura, Sefnath Teppo Frits Womsiwor, S.T sebagai Kepala Balai PJN Merauke dan Zepnat Kambu,S.T sebagai Kepala Balai PJN wamena.

“Apa yang diberikan pemerintah pusat kepada kita di Papua mengharuskan kita harus berpikir ekstra untuk bagaimana ikut bersinergi dengan pusat membangun Papua,” ujar Bertus Asso, Rabu (24/6/2020).

Jembatan Yahuli saat didokumentasikan pada Mei 2020.

Dengan adanya perombakan tersebut, Bertus meminta kepala balai yang menjabat sebelumnya juga harus membangun koordinasi untuk kelanjutan pembangunan yang ada.

“Tidak bisa mereka tinggalkan apa yang sudah dilakukan di Papua, harus ada koordinasi sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujarnya lagi.

Ia mencontohkan pekerjaan Jembatan Yahuli di Kabupaten Yalimo yang berfungsi sebagai jalan Trans Jayapura Wamena, meski juni awal 2020 ini sudah Selesai, tapi sempat lima kali putus.

“Ini harus ada solusi, jangan mereka tinggalkan hal ini, supaya pejabat yang baru bekerja juga baik, dan memang jembatan yahuli sudah jadi, tapi kan harus diicoba dan itu perlu waktu, sementara jalan itu sangat urgent sekali guna dongkrak ekonomi di Wamena dan Laapago, katanya lagi sembari mengapresiasi Wakil Mentri PUPR John Wempi Wetipo yang terus melihat Papua.

Selain itu, kepada ketiga kepala balai yang baru dilantik, ia meminta agar menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan menggangap jabatan ini karena ada kepentingan ke dalam sehingga diangkat, tidak ada seperti itu. Kami sebagai rakyat Papua menganggap bahwa itu tanggung jawab berat yang harus dipegang dan harus bekerja dengan hati, jangan sampai mengecewakan rakyat Papua,” ucapnya lagi.

Ia juga meminta pembangunan jalan penghubung kabupaten ke kabupaten di Papua harus dimaksimalkan.

“Tidak bisa dibiarkan saja, jangan sampai kedepan generasi Papua yang melihat ini sama saja, jangan ada stigma negatif bahwa dibawa kepemimpinan anak Papua barang ini tidak jalan, harus lebih baik, bekerja dengan hati,” ucapnya lagi. (Redaksi Reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here