Jayapura, reportasepapua.com – Pemda Papua Barat Belajar E Govermen di pemerintah daerah papua.

Sekda Papua yang menerima rombongan Tim Papua barat Mengatakan Atas rekomendasi KPK, rencana aksi korupsi Pemerintah Provinsi Papua Barat yang datang berkunjung ke Pemerintah Provinsi Papua untuk belajar bagaimana cara mengaplikasikan E-Govermen.

“Kedatangan saudara kami dari pemrov Papua Barat ini berdasarkan rekomendasi dari KPK
yang mana apa yang telah dilakukan kami, untuk melakukan E-budgeting, E-displin serta lainnya kami bisa berjalan hingga saat ini,” kata Sekda Papua Hery Dosinaen usai kegiatan, Selasa 7 Mei 2019.

Untuk itu terkait regulasi SDM inilah pihak pemerintah Provinsi Papua Barat lebih mengenal lagi dan mengetahui bagaimana pengelolaannya hingga bisa terjalin antara SKPD lainnya.

“Paling utama bagaimana komitmen yang dilakukan Gubernur Papua dan wakil Gubernur Papua, serta terlebih lagi kepada Seketaris daerah dan staf ASN agar bekerja sama dengan rencana aksi ini sehingga bisa dilakukan secara terpadu dan bisa dilakukan dengan lebih baik pula. Ini menjadi perhatian dari teman-teman Papua Barat, untuk melihat ini seperti belajar dari kakak ke Adiknya,”jelasnya.

Kata Hery ini juga menjadi ajang tukar menukar informasi, sehingga apa yang dilakukan provinsi Papua bisa diterapkan ke Pemprov Papua Barat.

Sementara itu Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Musa Kamudi mengatakan berkata dari” Kata Bisa” inilah yang ia yakini bahwa pemrov Papua Barat juga bisa seperti provinsi lainnya.

“Inilah yang sesungguhnya kami yakini dengan adanya perubahan ini, lalu dengan motto kalau bukan sekarang kapan lagi, kami ingin belajar dan berubah agar kami bisa mencegah terjadinya korupsi di lingkungan kami,” katanya.

Kata Musa kedatangan ke Papua ini juga untuk melihat apa yang menjadi kelebihan di Papua disini, sehingga kekurangan Papua Barat di sana bisa menutupi.

Disingung memilih Papua sebagai tempat pelajaran, menurutnya selain rekomendasi KPK, ini dilihat berdasarkan anggaran yang ada.

“Jadi dari pada kami ke Surabaya dan Provinsi lainnya, kenapa tidak kita tidak ke Papua saja,”tuturnya.

Apalagi Papua Barat dan Papua ini masih satu rumpun, sehingga ia merasa kenapa tidak pemrov Papua tidak membagi ilmu.

” Diluar sana banyak tanggapan soal kami yang kurang baik,karena ketinggalan kami, untuk itu kami menjawab dengan pertemuan dengan kakak kami ini untuk mencegah korupsi.”tutupnya. ( berti )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here