Penetapan Tujuh Komisioner KPU Pengganti di Papua, Diminta Lebih Selektif

JAYAPURA. REPORTASEPAPUA.COM  – Akademisi Universitas Cenderawasih Jayapura, DR. Yusak Reba, SH meminta penetapan tujuh Komisioner KPU pengganti di Papua, lebih selektif dengan mempertimbangkan latar belakang, moral dan keterlibatan mereka dalam dunia politik. Ia khawatir alam demokrasi di Papua akan lebih tercederai apabila para pihak yang ditunjuk, tidak memiliki keterpanggilan untuk menegakkannya.

“Karena ada diantara calon daftar tunggu KPU Papua, terdapat yang jelas-jelas tercatat didalam tim sukses salah satu peserta Pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua tahun 2018 – 2023. Ataupun ada Calon yang maju sebagai Calon Kepala Daerah”.

“Jadi, dalam menetapkan 7 orang Komisoner KPU Pengganti, KPU RI hendaknya memilih mereka yang punya integritas moral baik dan tidak diragukan lagi,” terang ia dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu.

Senada disampaikan, Praktisi Hukum Dan HAM Papua Gustav Kawer, SH, dimana dirinya prihatin dengan kondisi demokrasi di Bumi Cenderawasih.

Sebab sudah semestinya para penyelenggara Pemilu memegang teguh demokrasi di Papua, bukan berbuat sebaliknya.

“Bagaimana mungkin penyelenggara Pemilu yang kotor kemudian menyelenggarakan Pemilu yang baik dan bersih dalam Pemilu Legislatif maupun Pemilu Kepala Daerah? Lalu kemudian bagaimana caranya menghasilkan pemimpin daerah yang bersih dari hasil Pemilu yang kotor seperti ini?,” sindirnya.

Gustav Kawer katakan, kasus pencederaan demokrasi oleh penyelenggaraan Pemilu dalam Pilkada Boven Digoel yang melibatkan pasangan calon Yusak Yaluwo dan Yakob Waremba, ibarat gunung es dimana sebenarnya praktek serupa kemungkinan juga terjadi di sejumlah pilkada didaerah lain didaerah lain dengan modus berbeda.

Oleh karenanya, dia berharap dikemudian hari, ada langkah radikal yang dilakukan KPU RI sehingga dalam penetapan Komisioner KPU di Papua, dapat memilih pihak yang berkompeten dan menjunjung tinggi demokrasi diatas tanah ini.(win)

Diketahui, empat Komisioner KPU Papua yang diberhentikan adalah Theodorus Kossay, Fransiskus Anthonius Letsoin, Syufri Abubakar dan Melkianus Kambu. Sedangkan tiga Komisioner KPU Boven Digoel yang diberhentikan Liberatus Pogolamun, Hatta Nongkeng dan Veronika Lande.(win)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,747PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles