Pengurus Gerindra Diminta Segera Isi Kekosongan Unsur Pimpinan DPRP

1
226

Jayapura, Reportasepapua.com – Sudah tiga tahun lebih unsur pimpinan Wakil Ketua III DPR Papua mengalami kekosongan, lantaran Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni SH yang sebelumnya menempati posisi itu, ijin mengundurkan diri pada pertengahan 2016 lalu, saat akan mengikuti Pilkada Kabupaten Jayapura 2017 lalu.

Untuk itu, sebagai Kader Gerindra di DPR Papua, Natan Pahabol mengingatkan agar pengurus partainya segera mengambil langkah mengisi posisi unsur pimpinan (Wakil Ketua III DPR Papua) itu.

“Di DPR Papua kan, Gerindra masuk dalam salah satu unsur pimpinan. Namun sejak ibu Yanni mengundurkan diri, karena ikut pilkada Kabupaten Jayapura, sehingga posisi unsur pimpinan itu kosong selama sudah hampir tiga tahun,” kata Natan Pahabol kepada Wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/12/18).

Menurut Sekretaris Komisi V DPR Papua ini, beberapa waktu lalu Partai Gerindra sebenarnya sudah rekomendasikan sejumlah nama ke DPP, dan DPP mengeluarkan SK atas nama Natan Pahabol pada 2017. Namun karena ada anggota Fraksi Gerindra di DPR Papua yang tidak setuju, sehingga SK pihaknya mengembalikan SK itu ke DPP.

“Jadi sejak saat itu ada kevakuman sehingga Waket I DPR Papua dalam Rapat Bamus mendesak pimpinan partai Gerindra untuk segera berkoordinasi dengan DPP agar merekomendasikan siapa kader Gerindra yang akan mengisi posisi unsur pimpinan di DPR Papua dari Gerindra disisa waktu 10-11bulan ini,” jelas Natan.

Bahkan Natan Pahabol menilai, jika penyataan Waket I DPR Papua, Edoardus Kaize dalam rapat Bamus DPR Papua, Senin (17/12/18) Red. kemarin, ada semacam pesan atau desakan untuk mengingatkan para pengurus Gerindra, sebab ini sudah mengalami kevakuman sekian tahun

“Jadi mereka sampaikan hal itu dalam rapat Bamus, bahwa posisi ini kalau bisa segera diberi rekomendasi supaya bisa diisi oleh kader-kader Gerindra yang ada di lembaga ini,” ujarnya.

Diakui, sudah tiga tahun lebih Gerindra tanpa unsur pimpinan di lembaga, dan banyak fraksi yang menyoroti hal ini termasuk masyarakat Papua, serta berbagai desakan dan kritikan-kritikan yang negatif terhadap Gerindra

“Jangan sampai masyarakat memberikan penilaian negatif terhadap partai dengan posisi unsur pimpinan yang sudah hampir tiga tahun mengalami kekosongan,” ucapnya.

Apalagi kini sudah memasuki masa kampanye Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif (pileg) 2019..

“Ini semacam ada pesan, juga desakan dalam rapat Bamus. Nah, sekarang sejauh mana, ini semua ada di Ibu Yanni yang merupakan Ketua DPD Gerindra Papua,” pungkasnya. (tiara)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here