JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Dokumen Pemekaran atau (DOB) Papua hari ini siap diserahkan ke DPR Papua, hanya saja alat kelengkapan dewan belum terbentuk, sehingga penyerahan dokumen itu tidak jadi dilakukan.

Hal itu diungkapkan, Ketua LMA Port Numbay, George Awi kepada sejumlah Wartawan, usai bertemu DPR Papua, di ruang Banggar DPR Papua, Jumat (1/11/19).

“Jadi proses penyerahan dokumen DOB, sementara ini di DPRP masih menunggu alat kelengkapan dewan. Setelah itu baru kami diberi kesempatan datang lagi serahkan dokumen kami. Tapi nanti kami akan diudang lagi,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada target waktu terkait penyerahan dokymen itu. Pihaknya hanya menunggu ketua DPR Papua definitif dan alat kelengkapan dewan terbentuk.

“Ini dokumen hasil kajian akademik. Hari ini belum kami serahkan. Tapi dari sisi dokumen kami sudah siap,” tandasnya.

Sementara Bupati Jayapura, Matius Awoitauw mengatakan, dokumen DOB Papua Tabi itu telah dikaji di Uncen dan sudah siap akan diserahkan ke DPR Papua dan Pemprov Papua.

“Tapi karena alat kelengkapan dewan belum siapa, makanya tidak jadi kami serahkan. Hanya dari DPRP menyampaikan kalau sudah siap, maka kami akan diundang lagi untuk datang,” ujar Matius.

Menurut Politisi Partai NasDem itu, jika pihaknya menghargai itu dan berharap semoga semua proses bisa cepat supaya jangan jadi alasan bahwa DPR Papua tidak tahu.

“Jadi pertemuan ini dalam rangka penyampaian aspirasi dokumen DOB Papua Tabi,” ungkapnya.

Apalagi lanjut Matius, betul Mendagri sampaikan DOB Papua Selatan dan lainnya, dan itu berdasarkan data intelijen. Tapi tidak bisa, mesti berdasarkan kajian akademik,” ucapnya.

Bahkan kata Matius, tidak ada dalam mekanisme proses-proses DOB yang harus menggunakan kajian akademik atau harus ada aspirasi dari bawah. Karena apa yang sudah dikoordinasikan pihaknya itu sudah jelas.

“Tapi informasi bahwa yang ada ini, pakai data intelijen. Ini yang harus kita konfirmasi balik lagi, supaya menjadi satu data yang bersama-sama,” terangnya.

Ketua sementara DPR Papua, Jhoni Banua Rouw ketika dikomfirmasih mengatakan, jika pihaknya sangat menghargai aspirasi yang dibawa ke DPRP, tapi dewan baru dilantik kemarin dan alat kelengkapan dewan juga belum terbentuk.

Namun lanjut Jhoni Banua, pihaknya (DPR Papua) akan menjadwalkan kembali pertemuan ini, setelah alat kelengakapan dewan rampung agar bisa langsung mulai bekerja membuat kajian.

“Tapi kami sepakati dan kami akan terima, setelah alat kelengkapan dewan terbentuk. Alat kelengkapan dewan ini mungkin terbentuk kurang lebih satu atau satu setengah bulan,” jelas Jhoni Banua. (TIARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here