Perbakin Papua Tak Sembarangan Beri Ijin Kepemilikan Senpi bagi Anggotanya

0
102

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Papua, Johny Banua Rouw memastikan tak sembarangan memberikan ijin kepemilikan senjata api bagi anggotanya.

Penegasan ini disampaikan menanggapi soal diamankannya dua senjata api di Merauke yang diduga milik anggota Perbakin Papua. “Saya belum mendapat kronologi lengkapi, akan tetapi sesungguhnya setiap anggota Perbakin bisa memiliki senpi lewat mekanisme yang cukup ketat,” kata Johny Banua Rouw, Selasa (3/12).

Selain harus mengikuti sertifikasi, lanjutnya, anggota Perbakin diwajibkan mengantongi  ijin kelakuan baik dan psikotes  dari pihak kepolisian dan tes kesehatan dari rumah sakit. Dasar ini akan digunakan Perbakin untuk mengusulkan ijin kepemilikan senjata api.

“Ijin itu dalam bentuk buku pas. Buku pas itu dipegang oleh si pemegang senpi dan dalam penggunaannya memang harus ada surat jalan,” jelas Johny.

Soal dokumen dalam kasus Merauke yang dimaksud kepolisian, Johny menduga adalah surat jalan. “Kalau itu senjata sah, berarti dikeluarkan oleh kepolisian dalam hal ini Intelkamp. Bahkan itu bisa dibawa keluar lintas provinsi. kalau itu memang bisa dibawa asalkan dengan surat ijin jalan. Jadi mungkin yang dimaksud oleh teman-teman bahwa itu adalah dokumen jalan. Jadi ya memang harus mempunyai surat ijin jalan,”  katanya.

Menurut  Johny, setiap orang yang memiliki senjata olahraga dipastikan anggota Perbakin. Dia memastikan kepemilikan senjata api akan tercatat dalam Perbaikin.

“Saya sendiri belum tahu itu siapa, hanya pihak kepolisian menyampaikan bahwa dokumennya dia ada dan senjatanya (adalah) senjata olahraga. Itu pasti Perbakin dan kalau dia itu anggota Perbakin pasti punya kartu KTA  nasional dan punya buku setiap senjatanya,” terangnya.

Terkait dugaan kelalaian, Johny Banua mengaku belum bisa memberikan keterangan karena belum mengetahui kronologi persis kasus Merauke. Namun, Perbakin akan memberikan sanksi kepada anggotanya hingga pencabutan keanggotaan, jika terbukti melanggar.  

“Kita akan berikan sanki, jika terbukti melakukan kelalaian.  Jadi kami aturannya jelas, bahkan sampai dengan ancaman pencabutan ijin dan itu saya pikir sudah kami lakukan,” tegasnya. (Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here