Petani Kopi Wamena Apresisasi Program Binmas Noken Polri

0
218
Prof. Hermawan Sulistiyo, PhD saat melihat langsung kopi arabika wamena. ( foto : riy )

Jayapura, reportasepapua.com – Budidaya tanaman kopi di Papua terutama di Wamena tampaknya mempunyai dampak positif bagi para petani. Salah satunya seperti yang dialami oleh Maximun Lanny, petani kopi di kampung Yagara.

Maximus memiliki kebun kopi yang luasnya sekitar 2 hektar. Awalnya lahan tersebut hanya ditumbuhi oleh semak belantara. Namun saat program Binmas Noken Polri datang dan menawarkan pelatihan berkebun kopi di lahan Maximus, kini lahan tersebut berubah menjadi kebun kopi.

“Saya berterima kasih kepada Kapolri atas perhatiannya kepada kami petani kopi di Wamena dan Lanny Jaya. Berkat bantuan dari tim Satgas Binmas Noken Polri sekarang perekonomian saya meningkat dari hasil kebun kopi ini,“ ungkap Maximus saat menerima kunjungan dari tim Satgas Binmas Noken Polri.

Ditambahkan Maximus, bila program Binmas Noken Polri membantu dirinya dan petani kopi lainnya bukan hanya di Wamena tapi juga di Lanny Jaya. Ia pun berharap program ini bisa mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat.

“Program yang dilaksanakan oleh Kepolisian melalui Binmas Noken sangat membantu saya dan masyarakat yang ada di Lanny Jaya. Dengan program yang sudah berjalan ini semoga pemerintah daerah ikut serius membantu demi kesejahteraan masyarakat petani kopi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga Prof. Hermawan Sulistiyo, PhD atau yang biasa disapa dengan panggilan Prof. Kiki yang ikut dalam rombongan tim Binmas Noken mengaku bila kopi Wamena adalah jenis kopi Arabica dan merupakan varietas biji kopi yang baik karena tumbuh di ketinggian diatas 3000 hingga 5000 meter di atas permukaan laut.

“Kopi Wamena ini merupakan satu dari sekian varietas kopi terbaik di dunia dan merupakan kopi yang paling enak di Indonesia jadi, sangat disayangkan jikalau peluang ini disia–siakan. Saya berharap pemerintah daerah bisa ikut membantu petani kopi di wamena,“ ungkap Prof Kiki. (riy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here