Pimpin Apel Gabungan di Timika, Kapolda Beberkan Soal Vonis 7 Aktor Kerusuhan di Jayapura, Timika dan Wamena

0
5
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat memimpin apel gabungan di Mapolres Mimika, Sekin (22/6/20)

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Pada apel gabungan hari Senin (22 Juni 2020), di Mako Polres Mimika, Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw langsung bertindak sebagai pemimpin apel.

Hadir dalam apel, Kabid Kum Polda Papua AKBP Guntur Agung Supono, SIK. Msi, Kapolres Mimika AKBP I Gede Era Adinatha , SIK, Wakil Bupati Mimika John Rettob, Ketua FKUB Kabupaten Mimika Ignatius Adii, Pamen Polres Mimika AKBP Naomi, Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia SIK, para Kasat dan personil Polres Mimika.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw memaparkan terkait Proses Hukum terhadap 7 orang aktor pelaku selama kerusuhan baik di Jayapura, Timika dan Wamena.

“Mereka adalah aktor – aktor pelaku yang merencanakan kegiatan kerusuhan tersebut mereka membentuk aliansi Mahasiswa Papua di masing – masing daerah tersebut di atas serta membuat militan serta mereka tergabung dalam KNPB,” ungkap Kapolda.

Apa yang telah dilakukan Polisi selama ini, kata Kapolda, sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Sekarang mereka sudah ada putusan di Pengadilan Negeri di Kalimantan Timur maka secara hukum mereka harus mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda menekankan, bahwa personil Dalmas ataupun Brimob, Reserse, dan Intelejen wajib membentuk tim khusus untuk mengungkap suatu kasus kejahatan yang terjadi di lapangan.

“Dengan adanya tim yang kita bentuk dan kita jalankan sesuai dengan prosedur atau SOP maka dari semua itu akan berakhir di pengadilan,” jelasnya.

Karena itu, diharapakan personil Polri untuk menggunakan sarana yang ada seperti HP, Handicamp dan lainnya, yang di jaman sekarang ini dapat memudahkan bila suatu saat nanti ada pihak yang merasa di rugikan mengajukan banding atau protes sudah mempunyai pegangan pada saat penindakan penindakan penangkapan serta pemeriksaan atau proses tersebut.

“Akan dibuatkan SOP dan pelatihan terhadap setiap anggota Reserse, rekan – rekan di reserse saya ingatkan terutama rekan – rekan yang di lapangan dalam setiap mengambil tindakan di lapangan harus berkoordinasi dengan rekan – rekan pemeriksa dalam menangani suatu kasus,” tandas Kapolda.

“Kita harus yakinkan kepada semua pihak terkait penangkapan pelaku-pelaku penjualan miras jenis Sopi ini yang kita lakukan ini bukan terkait politik yang kita laksana adalah murni Proses Hukum dalam mengamankan Siskamtibmas di Kabupaten Mimika,” sambung Kapolda.

Kata Kapolda, kelompok – kelompok yang melakukan aktifitas bersenjata masih ada di sekitar kita.

“Rekan – rekan saya ingatkan setiap bergerak harus body sistem, baik dari kita maupun teman – teman, dan diharapkan selalu koordiansi dengan rekan – rekan TNI dalam menghadapi mereka – mereka (pelaku bersenjata) di lapangan,” tandas Kapolda.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa akan melakukan pemusnahan Miras jeni sopi yang berhasil disita dari rumah produksinya.

“Saya sangat prihatin dengan mereka yang melaksanakan pengelohan serta produksi minuman keras tersebut, cukup dengan membeli gula, vermipan dan dijual kepada masyarakat. Sangat disayangkan masyarakat yang menkonsumsinya,” pungkas Kapolda.(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here