Polda Papua Turut Berduka Atas Gugurnya Prajurit TNI-AD Korban Jatuhnya Heli MI-17

0
220

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Gugurnya 12 prajurit TNI akibat jatuhnya Heli MI-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (PENERBAD) rupanya juga menjadi duka bagi Polda Papua.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mewakili jajarannya menyampaikan turut berduka cita akan inseden tersebut.

Bahkan Kapolda melihat langsung proses tibanya prajurit TNI-AD yang di evakuasi dari Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Sabtu (15/02).

“Saya mewakili pimpinan Polri serta Polda Papua mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya 12 prajurit TNI atas kecelakaan Helicopter yang terjadi pada bulan Juni 2019 di sekitar Pegunungan Mandala Kabupaten Pegunungan Bintang lalu. dan Kepada para keluarga yang ditinggalkan, semoga tetap tabah mengahadapi segala cobaan yang diberikan,” tutur Kapolda.

Kapolda Papua sangat mengapresiasi kepada para Prajurit dan mengatakan bahwa mereka telah melakukan hal yang terbaik selama bertugas di Papua. Kapolda juga mendoakan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima segala amal ibadah yang telah diperbuat semasa hidup.

“Kami pihak kepolisian akan membantu penuh segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan para korban maupun keluarga mulai dari proses evakuasi sampai dengan identifikasi di RS Bhayangkara Jayapura. Selanjutnya para korban direncanakan akan diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing sambil menunggu proses keberangkatan yang dijadwalkan oleh pihak Kodam,” tambah Kapolda Papua.

Adapun nama-nama Personel pengawak Mil MI-17 yang gugur dalam menjalankan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab yakni, Kapten CPN Aris (pilot), Letnan Satu CPN Bambang sebagai flight engineer (pilot), Letnan Satu CPN Ahwar (co pilot), Sersan Kepala Suriatna (T/I), Sersan Dua Dita Ilham (bintara avionika), Prajurit Kepala Dwi Purnomo (mekanik), Prajurit Satu Asharul (mekanik).

Dengan Penumpang yang merupakan anggota Yonif 725/WRG antara lain, Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan (komandan regu), Prajurit Satu Yaniarius Loe (tamtama bantuan senapan otomatis), Prajurit Satu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM), Prajurit Dua Sujono Kaimudin (tamtama penembak senapan 2), Prajurit Dua Tegar Hadi Sentana (tamtama penembak senapan 4).

Perlu diketahui bahwa pada Jumat 28 Juni 2019, telah diterima informasi dari Base Ops Lanud Silas Papare Sentani Jayapura sekitar pukul 14.00 WIT bahwa helikopter MI 17 milik TNI AD mengalami lost contack saat melaksanakan misi penerbangan dari bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani Jayapura.

Helikopter tersebut sebelumnya melaksanakan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pos Okbibab sendiri merupakan salah satu pos yang berada di perbatasan RI-PNG yang hanya dapat dijangkau dengan menggunakan pesawat atau helikopter, dan dijadwalkan tiba di Bandara Sentani, Jayapura itu sekitar pukul 13.11 WIT. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here