MANOKWARI, Reportasepapua.com – Polda Papua Barat siagakan 3.590 orang personel dalam pengamanan Pilkada serentak di gelar di Papua Barat pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Polda Papua Barat, siapkan personel pengamanan pilkada di Papua Barat,3.590. Kami libatkan TNI dan Linmas saat pengamanan Pilkada di TPS di kabupaten/kota se Papua Barat,”kata Kapolda Papua Barat gelar Coffe Morning bersama forkopimda, Mapolda Senin (31/8/2020) pagi tadi.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan pilkada ada 9 kabupaten yaitu, Manokwari,Pengunungan Arfak Manokwari Selatan, FakFak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Raja Ampat, maupun Sorong Selatan.

“Dengan perlibatan 8 Polres, jumlah personel 2.470 orang. Di tambah, Polda 920 orang, Polres Sorong 70 orang, dan Polres Sorong Kota 130 orang. Total personel 3.590,” katanya.

Selain itu, pengamanan PAM TPS 3.157 Personil pada 1.873 TPS sehingga membutuhkan perbantuan TNI 101 ersonil dan Linmas sebanyak 3.746.
“Dalam PAM pungut suara Polri akan menggunakan Pola PAM TPS. Pengamanan TPS ini 5 TPS di jaga 2 personel dan 10 Linmas, rawan 2 TPS di jaga 1 personel dan 4 orang Linmas, sangat rawan di jaga 1 TPS 2 personel dan 2 Linmas,”ujarnya.

Kapolda menegaskan, pihakya berkomitmen untuk bekerja guna menjamin Pilkada agar dapat berjalan aman, lancar. Tanpa gangguan kamtibmas.
“Kami menjamin Pilkada di Papua Barat berjalan kondusif. Selaku Kapolda tegaskan untuk anggota Polri tetap netral. Jika ada terbukti, ditindak berlaku di institusi Polri,” tegasnya.

Ia menuturkan, pilkada tahun ini berbeda dengan pilkada yang sebelumnya karena diadakan di tengah pendemi COVID 19. “Ini baru pertama kali Pilkada digelar patuhi protokol kesehatan. Telah diatur dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Saya harap masyarakat datang ke TPS wajib memakai masker. Ini sebagai upaya, mencegah penularan COVID,”ungkapya.

Semua Diminta, dalam pelaksanaan pilkada berjalan lancar dibutuhkan kerjasama berbagai pihak.

“Dengan kerja sama baik ini. Pilkada di Papua Barat dapat berjalan kondusif,”kata dia.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan minta, ASN di Papua Barat netral dan jangan ikut terlibat dalam tim Sukses.

“Jika ada, tolong di laporkan ke pihak penyelenggara dengan bukti ada ASN terlibat politik. Saya minta, Bawaslu harus ambil tindakan,”tegasnya. (dhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here