JAYAPURA, Reportasepapua.com – Polemik logo KINGMI  yang dipakai GKII dan GKIP hingga saat ini masih bergulir di Polda Papua. Usai Pendeta Yones melaporkan Pendeta Beni Giay dan Petrus Done kepihak Polda Papua beberapa waktu lalu.

Pendeta Yones menyampaikan jalur hukum yang diambilnya tidak lain agar GKII dan GKIP tidak lagi memakai logo tersebut, mengingat logo tersebut sah milik KINGMI berdasarkan pengesahan dari Kemenhukham.

“Logo Injil ini sah milik kami dari Kingmi sesuai surat dah yang ada, namun GKII dan GKIP memakai logo itu,” Tegasnya.

Ia menjelaskan selama ini danah hibah yang diberikan pemerintah sudah salah dipergunakan. “Ada dana hibah dari Provinsi Papua tiap tahun Rp.2 Miliar.Mereka dapat karena pakai logo Kingmi kami,” Tambahnya.

Adapun empat pernyataan sikap  tentang Hak Cipta dan Merek Sinode Kingmi yang disampaikan antara lain

Berdasarkan pencipta dan pemegang hak ciptaan dengan nomor : C00201101712.29 April 2011, Ketentuan pasal 100 UU Merek yang bila di langgar akan di kenakan pidana lima tahun dan denda 2 miliar rupiah.

Bahwa jika ada pihak lain menggunakan logo KINGMI tidak sesuai UU dapat melakukan pelaporan kepihak terkait.

Dari sebab itu pihak KINGMI melaporkan  kepada KAPOLDA PAPUA bagi mereka yang melanggar. Bahkan Pendeta Yones menambahkan  telah membuat laporan polisi berdasarkan LP 108/V11/RES.1.2./2020/SPKT POLDA PAPUA. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here