TOLIKARA,, REPORTASEPAPUA.COM – Satuan Resnarkoba Polres Tolikara Gelar Konfrensi Pers Kasus Kepemilikan yang sekaligus Penjualan Narkoba Jenis Sabu di Kota Karubaga, Selasa (10/12/2019) Pukul 10.00 Wit.

Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek membenarkan bahwa Satuan Reserse Narkoba telah berhasil meringkus Kurir Narkoba Jenis Sabu sebanyak 3 Paket bungkus plastik bening beserta barang bukti lainnya diantaranya uang sebesar Rp. 2.200.000, 1 Buah Handpone, 1 buah Dompet dan 1 set alat hisap.

“Saya berharap agar kasus ini ditangani dengan baik oleh Sat Narkoba hingga ke kejaksaan negeri wamena, sehingga Kab. Tolikara Kota Karubaga tetap aman, damai tanpa Tindak pidana,” ungkap Kapolres.

Kasat Narkoba Ipda Tri Ediyanto, SE menambahkan bahwa setelah diterimanya Informasi dari Informen Polri, Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan terhadap Kurir tersebut selama 2 hari, setelah melihat adanya transaksi Narkoba jenis sabu tersebut dengan ia pun meringkus kurir tersebut beserta barang bukti sedangkan Pemakai lainnya berhasil melarikan diri namun identitas pemakai telah di kantongi guna pengejaran.

“Mengenai barang bukti yang diperoleh 3 bungkus plastik bening Sabu, uang tunai sebesar Rp. 2.200.000, 1 buah Dompet, 1 set alat hisap dan Handpone genggam sebanyak 1 unit yang mana digunakan sebagai alat komunikasi penjualan narkoba tersebut,” ucap Kasat Narkoba.

Lanjut Kasat Narkoba mengatakan kurir atau Pelaku RB, 24 Tahun, suku Jawa telah mengakui kejahatannya membawa barang bukti tersebut sebanyak 1 gram yang sudah dibungkusnya sebayak 7 bungkus plastik bening namun telah terjual sebanyak 3 paket bungkus, 1 paket bungkus dipakai pribadi dan sisa 3 paket bungkus lainnya disita oleh kepolisian, asal usul barang bukti tersebut dikirim oleh rekannya melalui Jasa pengiriman JNT yang berada dimakasar sehingga Pelaku RB mengambil Barang Bukti tersebut di wamena dan dijual di Karubaga, mengenai pelaku pengiriman bernama Opulolo (Samaran).

“Pelaku tidak mengetahui nama asli pengirim namun kami Sat Resnarkoba akan terus melakukan pengembangan guna mencari dan menangkap pelaku lainnya, namun RB atas kejahatannya akan dijatuhi hukuman penjara maksimal 20 Tahun yang mana tercantum dalam pasal 114 ayat 1 dan 112  ayat 1 dalam Undang undang republik indonesia No. 35 tahun 2009,” tutup Kasat Narkoba. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here