Produksi Tambang Menurun, Perekonomian Papua Tumbuh Negatif

0
202

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat, selama tahun 2019 perekonomian Papua mengalami kontraksi sebesar -15,72 persen, menurun jika dibandingkan dengan Tahun 2018 yang masih tumbuh 7,37 persen. Kontraksi tersebut dipicu oleh menurunnya produksi pada kategori Pertambangan dan Penggalian sebesar -43,21 persen.

“Penurunan produksi pada kategori ini terutama disebabkan oleh turunnya produksi bijih logam PT. Freeport selama tahun 2019 dikarenakan masa peralihan lokasi tambang PT. Freeport dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah,” jelas Kepala Bidang Neraca Wilayah Statistik, Eko Mardiana, Kamis (06/02).

“Perekonomian Papua jika dilihat tanpa kategori Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen,” lanjut Eko Mardiana.

Kategori lapangan usaha lain yang mengalami kontraksi pertumbuhan adalah Industri pengolahan sebesar -1,25 persen akibat turunnya Industri Kayu selama tahun 2019 dan kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar -3,35 persen.

Sedangkan kategori lain mengalami pertumbuhan positif dengan lapangan usaha Konstruksi merupakan kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi selama tahun 2019 sebesar 9,04 persen.

Adanya pembangunan infrastruktur persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 turut memicu peningkatan kategori ini. Kategori lain yang tumbuh cukup tinggi selama tahun 2019 adalah kategori Informasi dan Komunikasi serbesar 7,32 persen dan Jasa Perusahaan sebesar 6,75 persen. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here