Putranya Bentangkan Bintang Kejora di IG, Yarius Gwijangge : Itu Foto Scan!

0
443
Bupati Nduga, Yarius Gwijangge saat foto bersama Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf. M. Aidi di Kantor Penerangan Kodam Cenderawasih, Selasa (01/01/2019). (yurie/reportasepapua.com)

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Bupati Nduga, Yarius Gwijangge memberikan klarifikasi terkait foto putranya yang membentangkan bendera Bintang Kejora  yang diunggah di media sosial Intagram (IG) adalah tidak benar.

Foto putra Bupati Nduga yang sempat viral di IG.

“Foto ini bukan foto asli, itu foto scan, aslinya itu anak saya duduk di kursi merah, dia duduk disitu tetapi orang edit foto kemudian tempel” tegas Gwijangge saat ditemui wartawan di Kantor Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Selasa (01/01/2019).

Gwijangge juga sempat mengklarifikasi langsung foto tersebut kepada putranya. “Saya sudah tanya sama anak dan anak saya ini bilang kecewa dengan orang-orang yang edit foto itu” katanya.

Diungkapkannya, beredarnya foto Bintang Kejora yang ditempelkan di dada putranya tersebut memang disengaja oleh pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin mengembangkan isu  dan membuat perbandingan antara putranya dan anak-anak Papua yang lain.

“Ini salah, sangat salah. Jadi setelah saya pelajari dan saya lihat yang munculkan gambar itu justru anak-anak Papua juga yang kembangkan dan saya tidak mengerti kenapa mereka kembangkan bahasa ini. Atau mungkin karena Kabupaten Nduga yang saya pimpin ini kondisinya sementara tidak aman dan saya sedang di luar mungkin orang tidak senang jadi orang ungkit ini” ujarnya.

Dikatakannya, beredarnya foto ini sudah sangat menyalahi aturan karena hal ini menyangkut hukum. Oleh sebab itu dirinya meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi mebesar-besarkan masalah ini.

“Inikan yang kembangkan isu ini anak-anak Papua sendiri, saya bupati Nduga saya mengirim anak-anak saya untuk sekolah di luar negeri. Kalau anak-anak ini iri tidak bisa sekolah diluar negeri ya mereka punya bupati ada, jadi kasih tau bupati mereka supaya bisa dikirim untuk sekolah diluar negeri” tukasnya.

“Saya pikir saya ini pemerintah Indonesia dan saya punya anak-anak itu tidak boleh macam-macam karena mereka dibiayai oleh uang Indonesia. Mereka punya kewajiban untuk mendukung saya sebagai orang tua dan mendukung bangsa dan NKRI. Karena bangsa ini yang membesarkan kita” tandasnya. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here