Rekrut 500 Guru, Bupati Befa: Saya Namai Mereka Guru Relawan yang Terpanggil Untuk Generasi Papua

0
521

LANNY JAYA, REPORTASEPAPUA.COM – Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si menjelaskan bahwa guru relawan Orang Asli Lanny Jaya (OAL) yang telah diseleksi sebanyak lebih dari 500 orang tamatan serjana akan mengajar atau ditempatkan di sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan guru-guru.

“Ada sekolah yang memiliki ASN tapi tidak ada gurunya yang mengajar terutama di titik-titik terjauh, jadi kebijakan saya adalah menerima sarjana-sarjana yang belum mendapatakan pekerjaan ini dan menjadikannya guru relawan dan sudah diseleksi secara ketat,”Ungkap Befa, Kamis (15/4)

Bupati Befa menegaskan bahwa anak asli Lanny Jaya yang telah selesai menempuh pendidikan sarjana tersebut secara sukarela mengabdikan dirinya kepada genarasi penerus Lanny Jaya.

“Mereka secara sukarela mengabdikan diri kepada adik-adiknya yang merupakan generasi penerus Papua ini. Jadi ini bukan saja panggilan pemerintah tapi ada kesukarelaan dari mereka yang merasa di panggil negeri dan panggilan Tuhan untuk mendidik dan mengajar anak-anak Lanny Jaya,”bebernya.

Befa menambahkan nantinya 500 guru asli anak Lanny Jaya ini sebelum ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan akan didik selama lebih dari satu bulan oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam bidang pendidikan.

Nantinya guru-guru relawan tersebut akan ditempatkan di TK/Paud dan disekolah SD.
“Saya namai mereka guru relawan karena mereka punya hati untuk mengabdikan diri untuk generasi penerusnya dan ini adalah panggilan hati dari seorang anak negeri. Tapi jika sewaktu-waktu mereka pemalas statusnya akan dicabut,”tegasnya.

Soal pembiayaan, Bupati Befa mengaku pembiyaan sangatlah besar namun hal ini harus dilakukan karena persoalan dasar pemerintah dalam dunia pendidikan sehingga tidak boleh pemerintah menutup mata.

“Memang biayanya besar bisa mendekati Rp 12 Milyaran. Tapi apaboleh buat karena ini persoalan daerah, sehingga pemerintah tidak boleh menutup mata. Jadi apapun akan saya lakukan untuk itu. Mungkin kita akan geser anggaran belanja-belanja untuk tahun ini lalu memganggarkan untuk membiyai mereka,”tegasnya.

Nantinya dengan guru relawan ini jika ada guru yang malas mengajar sudah tentu akam tersisih. Sehingga jika ada guru yang malas selama ini tunjangan dan intensifnya akan dipotong mulai tahun ini.(humas/avd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here