Romantisnya Empat Paslon di Teluk Wondama yang Makan Papeda Dan Bertukar Bunga, Bersama Sebagai Bentuk Kampanye Damai

Wondama, Reportase papua.com- Komisi pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Teluk Wondama lakukan deklarasi kampanye damai bersama empat pasangan calon bupati dan wakil bupati pilkada 2020.

Deklarasi kampanye damai oleh KPUD Wondama kali ini dilaksanakan agak unik dari pilkada-pilkada sebelumnya, pasalnya deklarasi kali ini, KPUD Wondama mengajak empat Paslon pilakda 2020 berkomitmen melaksanakan kampanye damai.

Komitmen itu dituangkan dalam acara tukar bunga antara pasangan calon. Pemberian bunga yang dilambangkan kasih sayang itu, empat pasangan calon yakni Paslon nomor urut 1, Elisa Auri- Ferry Auparai (A2), Paslon nomor urut 2, Bernadus A Imburi-Zeth Barnabas Marani (Beriman), paslon nomor urut 3, Paulus Y Inndubri-Kuro MR Matani (Idaman) dan paslon nomor urut 4, Hendrik Mambor-Andarias kayukatui (Hemat).

Bertukar serangkaian bunga, warna-warni melambangkan keberagaman empat paslon yang diikat dengan tali persaudraan tidak akan terpisahkan hanya karena berbeda pendapat pada pilkada 2020.

Selain bertukar bunga, empat paslon disugukan dengan acara makan papeda bersama diatas satu meja layaknya adik kakak. Papeda, sayur bambu atau dengan sebutan orang Wondama Kabubui serta ikan kuah olahan khas Wondama menjadi simbol keutuhan persaudaraan empat paslon anak Wondama yang tak terpisahkan oleh alasan apapun.

Ketua KPUD Monica Else Sanoi dalam sambutan deklarasi kampanye damai berharap empat pasangan calon dapat memanfaatkan waktu kampanye dengan sebaik-baiknya. Mulai dari memperkenalkan diri dan mempromosikan vissi dan missi kepada rakyat Wondama sesuai dengan aturan pilkada 2020 yang berlaku.

Monica juga berharap, para pasangan calon tidak melakukan ptraktek-praktek kampanye yang tidak halal terharap aturan dan undang-undang pilkada yang berlaku.

Diharapkan pula, empat paslon yang kampanye selain memnyampaikan citra diri yang baik kepada masyarakat tetapi melalui kampanye-kampanye empat paslon dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada 9 Desember mendatang.

“laksanakan kampanye damai dan edukatif. Selama masa kampanye paslon dapat melaksanakan kampanye sesuai dengan undang-undang pilkada, selain menyampaikan citra diri dan vissi missi, berikan pendidikan politik kepada masyarakat secara baik. para paslon tidak dibenarkan melakukan isu sara, atau politik hoax atau kampanye hitam , tidak saling menghujat atau menghina, serta mentaati protokol kesehatan, kampanye dimulai terhitung sejak tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020”ujar Monica.

Sementara kapolres Wondama AKBP Yohanes Agustiandaru, Sh,S,IK, berikan apresiasi luar biasa terhadap deklarasi kampanye damai yang diselenggerakan KPUD Wondama, menurut kapolres upaya acara deklarasi kali ini serupa dengan resepsi pernikahan pada umumnya, dimana terjalin keharmonisan dan rukun serta nilai-nilai persaudaraan patut di junjung tinggi oleh empat paslon pilkada 2020.

“kami apresiasi KPUD Wondama, deklarasi kali ini begitu penuh hikmat, seperti orang nikahan. Para paslon adalah kakak beradik dan ini adalah modal utama bagi kita melaksanakan kampanye damai menjaga persaudraan,”ujar Yohanes.

Kurang lebih 71 hari masa kampanye, kata Yohanes 71 hari akan terasa lama bila kampanye berjalan dengan permusuhan satu sama lain paslon namun akan terasa singkat jika kampanye ini dilakukan dengan penuh rasa persaudaraan.

“ 71 hari adalah adalah waktu yang sangat singkat, apabila kampanye ini dilaksankan secara damai penuh persaudaraan tapi juga terasa lama jika da perpisahan dan konflik,”tutur Yohanes

Namun dia juga percaya melaui dasar persaudaraan yang kuat diantara empat paslon, akan terwujud kampanye yang damai dan sehat. Diharapakan para paslon taati protokol kesehatan dalam berkampanye.

“mari sama-sama kita saling menjaga dan juga menjaga mayarakat pendukung, mari kita bersama jaga agar tidak ada kampanye hitam, kampanye negative, isu hoax adanya money politik (politik uang), ini sangat berbahaya sekali tapi saya yakin masing-masing tim Paslon akan menjaga ketertiban,s ehingga kita dapat wujudkan pilkada yang damai dan aman dari covid-19,”.

Sementara,  ketua Bawaslu Wondama, Menahen Sabarofek mengatakan, pilkada kali ini adalah pilkada unik dimana baru pertama kali ada empat kontestan pemilukada.

Sabarofek berharap, empat paslon kedepankan prinsip taat aturan pemiluka sehingga pilkada berjalan lancar.

“Pilkada kali ini adalah pilkada paling unik, baru pertama kali Wondama punya empat paslon mari kitatetap jaga dan junjung tinggi nilai-nilai persaudaraan kita. Semua upaya dan langka-langkah pencegahan, sudah dilakukan oleh penyelenggara pemilu, baik Bawaslu, KPU maupun Polres. Maka dari itu kami berharap taati semua aturan pilkada 2020,”ucap Sabarofek.

Sabarofek menegaskan, pihak Bawaslu akan bertindak sesuai aturan undang-undang pemilukada yang berlaku ketika ditemui ada pelanggaran, oleh sebab itu dia berharap, seluruh paslon ikuti aturan main yang ada.

“Laksanakan prinsip kepatuhan, ketika ada pelanggaran upaya preventif tetap di lakukan Bawaslu oleh sebeb itu diharapkan setiap paslon taati aturan pilkada 2020 dan juga taati protokol kesehatan dengan baik, sehingga kita bersama wujudkan pilkada wondama damai dan aman dari Covid-19,”tutur Sabarofek.

Selain itu,  dilakukan penandatanganan, pernyataan kesepakatan kampanye damai oleh empat  Paslon bersama ketua KPUD Wondama, ketua Bawaslu dan Kapolres Wondama (SR)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,733PengikutMengikuti
17,400PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles