Rudi Waromi: 7 Tahanan Papua, Murni Pelaku Kriminal Kerusuhan Papua 2019

JAYAPURA, Reportasepapua.com –  Ketua Gerakan Merah Putih Provinsi Papua, Rudi Waromi, yang juga merupakan tokoh masyarakat Papua mengatakan, 7 tahanan pelaku kriminal kerusuhan papua 2019 merupakan murni pelaku kriminal dan bukan tahan politik.

“Mereka ke 7 tahanan yang sedang menjalani proses persidangan di kalimatan adalah murni pelaku kriminal yang mengakibatkan terjadi kerusuhan di Papua dan khususnya di Kota Jayapura. Akibatnya, banyak masyarakat papua yang mengalami kerugian baik itu materil maupun harta benda,” ungkapnya, Senin (15/6/20).

Lanjutnya, ada beberapa oknum kelompok-kelompok kecil yang mengatakan bahwa ke 7 pelaku kasus kerusuhan Papua 2019 lalu merupakan tahan politik, namun ditegaskanya bahwa, mereka adalah murni pelaku kriminal dan bukan tahanan politik sehingga saat ini proses hukum yang dijalani oleh mereka adalah sesuai dengan perbuatan mereka.

“Saya juga mengingatkan kepada tokoh-tokoh agama dan masyarakat lainya yang mengatakan bahwa, mereka adalah tahanan politik, mari kita melihat dari apa perbuatan mereka sehingga terjadi kerusuhan di Papua dan mereka adalah murni pelaku criminal,” tegasnya.

“Kita melihat bersama bahwa, pada tanggal 19 agustus 2019, memang ada demo terkait rasisme dan menurut saya hal itu wajar-wajar saja, namun pada tanggal 29 agustus itu, terjadi perubahan,” lanjutnya.

Yang mana, sambungnya, banyak terjadi kerusakan, pembakaran, hingga termasuk orang Papua sendiri yang mempunyai fasilitas juga ikut dibakar.

“Hal ini kan bukan lagi tindakan manusiawi melainkan diluar dari tindakan manusiawi, sehingga proses hukuman sedang mereka jalani patut diikuti dengan baik karena sesuai dengan perbuatan mereka,” jelasnya.

“Saya pikir pihak kepolisian dalam memproses kasus tersebut sesuai dengan bukti dan fakta di lapangan untuk itu, jalani proses hukuman yang sedang dipersidangkan di Kalimantan,” tegasnya lagi.

Ketua Gerakan Merah Putih Provinsi Papua itu menegaskan juga bahwa, jangan ada kelompok-kelompok yang mencoba mengaitkan masalah rasisme di Amerika Serikat dengan Indonesia. Karena tentunya sangat berbeda kejadianya. Sehingga masyarakat Papua jangan ikut terprovokasi.

“Kita ini warga negara Indonesia sehingga jangan kita dengan mudah terprovokasi dengan sekelompok orang yang ingin mengaitkan dan atau menjadikan kita sama dengan orang-orang di amerika sana. Kita harus menyadari bahwa, tanah Papua ini adalah titipan tuhan untuk bangsa Indonesia sehingga mari kita jaga dan syukuri itu, karena misi utama kita adalah menjadi berkat untuk semua bangsa bukan sehingga kita tidak ingin ada lagi terjadi pertumpahan dara atau kerusuhan lainya, karena hal tersebut itu, sudah terjadi pada zaman koreri. Zaman ini adalah bagaiamana kita hidup berdamai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat terkaits situasi wabah covid-19 ini untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah COVID-19, dengan terus menerapkan pola hidup sehat dan bersih seperti menggunakan masker saat keluar rumah atau pada saat bepergian, Selalu mencuci tangan, tetap jaga jarak.(redaksi reportase)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,820PengikutMengikuti
17,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles