TANAH MERAH, Reportasepapua.com – Menyusuri jalan trans papua memiliki pengalaman tersendiri. jalan yang baru dibangun membelah perut provinsi papua dan papua barat memang belum sempurna seluruhnya.

Menelusuri rute merauke – boven digul sepanjang 494 kilometer, awal perjalanan disuguhi pemandangan yang menawan. Terutama saat melewati taman nasional wasur, jalannya sangat indah di kiri kanan jalan banyak pohon bush/udaranya cukup segar.

Di distrik Sota yang merupakan wilayah perbatasan indonesia dengan Papua nugini, ada yang berbeda Sekarang sudah sedikit terlihat rumah semut musamus yang sebelumnya sangat banyak itu karena pelebaran Jalan trans papua.

Karena masih dalam suasana pandemi covid-19, ada lima pos pemeriksaan di sepanjang jalan, Semua pengguna jalan harus discan/dan diperiksa apakah membawa surat bebas rapid tes atau tidak.

Masuk ke distrik muting,suasana masih sepi Hanya terlihat aktivitas perusahaan sawit. Sesudah muting tepatnya di kilometer 178 terdapat jalan yang baru saja diperbaiki atas instruksi kepala balai merauke yang baru dilantik seminggu lalu.

Sayangnya, baru dua hari diperbaiki jalan itu hancur lagi hal itu dikarenakan truk-truk yang melintasi jalan itu bebannya melebihi kapasitas jalan Yang seharusnya maksimal empat ton dalam kenyataannya truk-truk yang melalui jalan itu bebannya mencapai tujuh sampai delapan ton.

Tiap hari ada puluhan truk yang melewati jalan lintas merauke dan tanah merah itu, Dari pantauan di lapangan/ada delapan titik jalan yang rusak parah/seperti di miri-getentiri-tanah merah dan mindiptana.

Di titik-titik itu jalan rusak parah jauh dari mulus seperti diberitakan beberapa tahun lalu.

“Pekerjaan tidak Beres maka Harus diliat kembali dan kasi bagus jalan ini, saya minta jalan ini diperbaiki,” Tegas Paskalis Aurop , Tokoh adat di Distrik Arimbit, Boven Digoel.

Menurut data, Proyek jalan ini telah menelan dana ratusan miliar rupiah, dan dari pantauan, hotmix yang digunakan terlalu tipis, ketebalannya hanya satu sentimeter, sehingga aspal gampang terkelupas dihantam truk-truk yang melebihi beban.

Banyak juga didapat jalan yang retak dan terbelah ini disebabkan beberapa faktor, kurang tebalnya lapisan aspal membuat jalan mudah hancur, selain itu harus disediakan timbangan kendaraan di wilayah trans merauke ke tanah merah, untuk mengontrol beban kendaraan yang akan melewati jalan trans papua. Jika tidak dikontrol maka Pembangunan Trans Papua yang sudah menghabiskan dana triliunan ini akan sia-sia. (Redaksi Reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here