JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Pemerintah Kota Jayapura akan merampingkan 855 tenaga honorer di 39 OPD di tahun 2020. Hal tersebut dilakukan karena terjadi Ketidakmerataan kebutuhan tenaga honorer, juga berdampak pada beban APBD Kota Jayapura.

“Guru honorer di Kota Jayapura belum ada data finalnya, namun khusus di Setda Kota Jayapura dari 39 OPD yang terdiri dari dinas, bagian, distrik dan kelurahan itu jumlahnya 855 honorer. Ini menjadi beban kerja APBD yang begitu besar, maka nanti kita minta OPD terutama Bagian Ortal untuk kita rasionalkan,” kata Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru, MM, Selasa (12/11).

Wakil Wali Kota mengatakan bahwa kebutuhan tenaga honor yang aktual harus diselidiki. Setelah memperoleh jumlah kebutuhan tenaga honorer dari data valid, maka selanjutnya dilakukan perampingan. Kemudian, dilakukan verifikasi ulang untuk menentukkan jumlah personel yang ideal di masing-masing OPD.

Jumlah biaya yang dibutuhkan untuk membayar gaji honorer, diharapkan tidak membebani APBD Kota Jayapura. “Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menggaji tenaga honorer di tahun 2019 mencapai hampir Rp 20 Miliar. Akan tetapi, Pemerintah Kota Jayapura belum menata apakah benar kebutuhan honorer mencapai 855 orang dari 39 OPD,” katanya.

Hal tersebut akan ditindaklanjuti Wakil Wali Kota dengan mengadakan penilitian khusus. Kebutuhan akan didata oleh oleh Bagian Ortal dan BPKAD, untuk mengetahui jumlah pegawai ASN sesuai kebutuhan tenaga yang kurang agar dibantu tenaga honorer.

“Ada satu kelurahan yang tenaga honorernya berjumlah 30 orang, ada yang 7 orang, ada yang 2 orang, berarti ini namanya kan tidak ada pemerataan dan tidak bekerja sesuai kebutuhan, ada OPD yang butuh honorer 30 orang, ada juga yang hanya butuh 2 atau 3 orang, ini yang mau kita validasi secara organisasi berdasarkan nomenklatur yang ada,” katanya. (STELLA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here