Sadis, di Wamena Seorang Ibu Dibacok Didepan Anaknya Hingga Tewas

0
256

WAMENA, REPORTASEPAPUA.COM  – Sungguh sadis, perbuatan dua orang pria yang dipengaruhi minuman keras melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Ida Pantandianan (35) hingga meninggal dunia, dihadapan anaknya yang masih berusia 10 tahun. Kejadian itu terjadi di dekat Pasar Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (31/03/2021), sekitar pukul 19.00 WIT.

Data yang dihimpun dari Subbagian Humas Polres Jayawijaya, kejadian itu terjadi berawal korban bersama anaknya sedang menjaga kios miliknya yang beralamat di Sinakma, Kota Wamena. Tiba-tiba saja dua orang pemuda dalam keadaan pengaruh minuman keras datang meminta uang.

Korban yang juga tengah menerima telepon saat itu memberikan uang yang diminta dengan nilai Rp 3000. Namun, setelah diberikan salah satu dari kedua pelaku yang tak dikenalnya itu malah meminta uang lebih.

Ketik itu, korban meminta anaknya untuk mengambil tongkat, agar digunakan mengusir kedua pelaku. Tak terima dengan hal
Itu pelaku malah menodong dan mengejar pelaku dengan sebilah parang, hingga akhirnya korban pun terkena sayatan parang dibagian punggung.

“Setelah korban terkena luka bacok, korban langsung berusaha melarikan diri kearah pintu belakang bersamanya sambil meminta bantuan. Tak lama meminta tolong, seorang saksi berinisial Ru yang merupakan tetangga korban masuk kedalam ruma dan berusaha mengejar kedua pelaku, namun kedua pelaku berhasil melarikan diri melalui celah-celah pintu kios tempat awal kejadian,” ungkap Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen, kepada wartawan.

Setelah berupaya menangkap pelaku gagal, lanjut Kapolres, saksi bersama tetangga di sekitar lokasi kejadian langsung membawa korban ke RSUD Wamena guna mendapat pertolongan medis lebih lanjut.

“Setelah adanya upaya untuk memberikan pertolongan medis, ternyata nyawa korban tidak bisa tertolong, akibat telah banyak mengeluarkan darah. Saat ini jenazah korban masih berada di rumah sakit, guna kepentingan penyelidikan,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, seluruh jajaran di Polres Jayawijaya masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. “Kita akan berupaya sekuat kemampuan kami, agar kedua pelaku bisa tertangkap,” tegasnya.

Kapolres menyampaikan, sampai saat ini saksi yakni anak korban masih belum bisa diminta keterangan secara mendalam dikarenakan masih dalam keadaan syok atau trauma.

“Untuk ciri-ciri salah satu pelaku memiliki rambut gimbal, sementara pelaku lainnya tidak diketahui dan pelaku juga menggunakan celana motif loreng dan jaket warna abu-abu, saat melakukan aksinya,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here