JAYAPURA, Reportasepapua.com – Sarasehan para penggiat media Katolik yang digelar pada Sabtu (1/2) di Wisma Susteran “Maranatha”, Jayapura berlangsung sukses dengan menghadirkan dua pembicara utama yaitu Uskup Leo Laba Ladjar,OFM dan Albertus Magnus Putut Prabantoro.

Sarasehan penggiat media yang diselenggarakan Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Jayapura bekerjasama dengan Paguyuban Wartawan Katolik Papua itu menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama untuk ditindaklanjuti antara lain disepakati pembentukan paguyuban penggiat media Katolik Keuskupan Jayapura sebagai wadah berkumpulnya para penggiat media untuk saling betukar pikiran, berbagi pengalaman sekaligus sebagai  wadah pemersatu  bagi mereka yang  berkecimpung di bidang media massa dan media sosial.

“Sarasehan penggiat media Katolik yang digelar di Jayapura  merupakan kesempatan  sangat berharga bagi kami yang hampir setiap hari  bergelut dengan berbagai sarana komunikasi sosial untuk berbagi pengalaman kerja di lapangan. Ternyata, kami membutuhkan pendampingan  yang terus menerus dari banyak orang agar apa yang kami kerjakan di bidang media benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di Tanah Papua,” kata salah seorang peserta, Robert Yewen.

Putera Asli Papua yang adalah wartawan salah satu media cetak di Jayapura ini mengatakan, dengan bertemunya para penggiat media Katolik ini, terbangun kesadaran bersama bahwa kami adalah  satu kesatuan tanpa membedakan asal suku dan daerah.

Semua peserta sarasehan  menyatu di bawah pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar,OFM karena  hal yang paling penting dan paling pertama adalah kami  memiliki semangat bersatu sebagai satu  Gereja Katolik yang dipimpin Uskup setempat. Tanpa merasa bersatu dan tanpa memiliki  semangat  ketaatan kepada satu  pemimpin maka umat akan tercerai-berai, mencari jalan sendiri-sendiri  yang berujung pada keterpecahan yang tragis.

“Rasa persatuan di bawah satu orang pemimpin yang tertahbis itulah yang harus terus-menerus ditanam di dalam diri setiap penggiat media Katolik.  Dengan bersatu maka  semua persoalan yang sulit apapun dapat teratasi. Dengan memiliki ketaatan kepada satu pemimpin yakni Uskup, maka Gereja Katolik di  Tanah Papua akan kuat dan tegak lurus dalam mengupayakan perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh warga masyarakat Papua tanpa membedakan  suku, asal daerah, agama dan golongan,” katanya.

Untuk itulah, pertama-tama para penggiat media Katolik sendiri harus terlebih dahulu  menjadi teladan dalam mengupayakan dan memelihara persatuan demi  perdamaian dan kesejahteraan bersama.

“Selama ini kami bekerja sendiri-sendiri dengan medianya masing-masing. Setelah kami saling bertemu, barulah kami sadar bahwa ternyata kami ini  ‘satu untuk semua’. Karena itu, pertemuan yang rutin dan terencana merupakan sebuah keharusan bagi para penggiat media Katolik. Bersatu kita teguh – bercerai kita mati,” kata Yewen.

Di tempat terpisah, Ketua penyelengara sarasehan penggiat media Katolik, Roberth Isidorus Vanwi Subiyat mengatakan, pihaknya patut berterimakasih kepada Uskup Leo laba Ladjar, OFM yang melalui Komisi Komsos dipimpin Pastor Pastor Goklian Paraduan Haposan,OFM telah berinisiatif mengumpulkan para penggiat  media Katolik guna mendapatkan pencerahan dari pemimpin umat Katolik setempat Uskup Leo Laba Ladjar, OFM dan AM Putut Prabantoro – seorang Konsultan Media yang  punya segudang pengalaman di bidang media.

“Sarasehan ini telah menghasilkan  usul-saran untuk disepakati bersama antara lain pembentukan  paguyuban penggiat media, menggelar pelatihan jurnalistik,  mengikutsertakan orang muda dalam berbagai kegiatan Gereja dan masyarakat,  menggelar pertemuan penggiat media secara berkala dengan menghadirkan orang-orang berkompeten dari berbagai disiplin ilmu dan ketrampilan guna menambah pengetahuan, ketrampilan dan memperluas  wawasan,” katanya.

Selain itu, diusulkan digelar pameran fotografi, melaksanakan aksi sosial kemanusiaan bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

Pastor Lian, sapaan sehari –hari bagi   Pastor Goklian Paraduan Haposan,OFM yang adalah Ketua Komisi Komsos Keuskupan Jayapura menyampaikan terimakasih yang tidak terhingga bagi panitia pendukung dan para dermawan yang telah memungkinkan terselenggaranya sarasehan penggiat media Katolik Keuskupan Jayapura.

“Tidak mudah mengumpulkan rekan-rekan yang bergiat di bidang media lantaran kesibukan mereka setiap hari di tengah masyarakat. Juga tidak mudah pula untuk menghadirkan Uskup Keuskupan Jayapura yang telah memiliki jadwal kerja yang padat serta  kesibukannya setiap hari memimpin umat Katolik di Keuskupan Jayapura sembari terus menerus mengupayakan dialog intens dengan berbagai umat beragama lain. Syukur kepada Tuhan, rencana dan pelaksanaan sarasehan berlangsung lancar dan sukses,” katanya.

Selain itu, tanpa dukungan dari berbagai pihak, sarasehan ini belum tentu dapat terlaksana dengan baik sehingga patutlah bagi Komisi Komsos Keuskupan Jayapura bersama panitia pendukung dan semua peserta sarasehan  dengan tulus hati menghaturkan terimamkasih yang berlimpah.

Sarasehan sehari yang berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan dan keakraban itu telah mendapat dukungan selain pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Jayapura juga para tokoh masyarakat, instansi pemerintah dan keamanan TNI – Polri di Papua, LSM, para pendidik di sekolah, perguruan tinggi dan dukungan perseorangan yang tidak ingin  namanya dipublikasikan. Mereka ini senantiasa   menaruh perhatian pada pengembangan media  massa dan media sosial di Tanah Papua agar media dapat benar-benar menjadi sarana yang ampuh dalam menciptakan Papua Tanah Damai. (Redaksi Reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here