JAYAPURA, Reportasepapua.com – Dari 21 pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona di Kota Jayapura, Satu diantaranya Merupakan pegawai Bank Papua.

Pria berinisial AP tersebut, sejak 30 Maret 2020 sudah tidak bekerja karena harus diisolasi di salah satu rumah sakit Kota Jayapura.

Pada Sabtu (4/4/2020) malam, ayah AP yang juga berstatus PDP meninggal dunia dan akan dikuburkan di Pemakaman Buper, Distrik Heram.
Dengan perkembangan tersebut, Manajemen Bank Papua mengambil kebijakan memerintahkan 17 pekerja di Divisi Perencanaan Strategis Bank Papua, tempat AP bekerja, untuk melakukan karantina mandiri.

“Sudah diinstruksikan oleh bapak dirut bahwa mulai senin (6/4/2020) bahwa mereka (17 pegawai di Divisi Perencanaan Strategis) untuk karantina mandiri dan bekerja lewat rumah,” ujar Kepala Divisi Perencanaan Strategis Bank Papua, Abdul Rochim melalui sambungan telepon, Minggu (5/4/2020).

Selain itu, ke-17 pegawai tersebut diinstruksikan untuk segera mengikuti tes cepat. “Teman-teman sudah diperintahkan melakukan rapid test dan ini sedang berlangsung,” kata dia.

Rochim juga mengaku masih berkomunikasi dengan AP dan memantau perkembangan kondisi kesehatannya.

Meski saat ini AP masih diisolasi, namun kondisinya terus membaik.

“Berita terakhir dari yang bersangkutan dia sudah sehat, sekarang lagi masa pemulihan dan menunggu hasil PCR keluar, tapi dia masih diisolasi,” kata dia. (Berti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here