Seorang Oknum Guru SMP, Setubuhi Muridnya Sendiri

0
293

SENTANI, Reportasepapua.com – Polisi melalui anggota Unit Reskrim Polsek Kaureh memeriksa korban maupun saksi kasus persetubuhan di bawah umur yang dilakukan oleh oknum guru SMP terhadap salah seorang siswinya di Polsubsektor Yapsi Kabupaten. Jayapura. Jumat (07/02) pagi.

Kasus persetubuhan yang dilakukan oknum guru olahraga honorer berinisial SPP (29) terhadap seorang siswinya sebut saja melati (16) yang terjadi pada hari Kamis 30 Januari 2020 di SMP Satu Atap SP3 Distrik Kaureh Kabupaten Jayapura.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kapolsek Kaureh AKP Rozikin, SH saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi kasus persetubuhan oknum guru honorer terhadap salah seorang muridnya tersebut “kasus ini terbongkar setelah salah seorang murid SMP melaporkan bahwa ada 3 orang murid siswi berjalan sempoyongan dalam keadaan mabuk, dimana saat itu saya bersama anggota sedang mengikuti kegiatan musrenbang di Balai Kampung Nawa Mulya, Balai Kampung ini berhadapan langsung dengan SMP Satu Atap tersebut sehingga langsung kami tindak lanjuti,” jelasnya

Lanjut AKP Rozikin, setelah kami cek ternyata ternyata benar adanya bahwa ada 3 orang murid yang dalam pengaruh miras, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan korban maupun saksi pemerkosaan terhadap melati (16) terjadi pada pada hari Kamis tanggal 30 Januari sekitar pukul 10.00 wit, saat itu pelaku memanggil korban ke rumahnya di kompleks perumahan guru namun ditolak oleh korban, tidak berselang lama korban ingin buang air kecil yang ditemani oleh Saksi 1 ASK (14) ke toilet asrama sekolah, disaat itu pelaku SPP (29) mengikuti korban bersama saksi 1 ke toilet dan menawarkan minuman keras kepada korban maupun saksi 1, namun korban maupun saksi 1 menolak ajakan tersebut, karena ditolak kemudian pelaku memaksa korban dan saksi 1 untuk meminum minuman keras dengan cara memegang mulut korban dan menuangkan minuman keras jenis vodka yang dicampur dengan anggur merah ke mulut korban maupun saksi 1 secara bergantian langsung dari botol minuman keras yang membuat korban dan saksi 1 langsung merasa pusing dan duduk di kursi sekolah, disaat itu kembali pelaku menuangkan minuman keras ke mulut korban, saksi 1 kemudian meninggalkan korban melati (16) ke kamar mandi, korban merasa pusing dan kemudian tidak sadarkan diri sehingga pelaku langsung menggotong tubuh korban ke kamarnya tepatnya di perumahan guru, saat tiba dikamar dan mendudukkan korban di atas kasur kembali pelaku menuangkan minuman keras ke mulut korban dan pelaku langsung membaringkan tubuh korban yang sudah tidak sadarkan diri di atas kasur kemudian pelaku menyetubuhinya.

Tidak sampai disitu setelah melakukan aksi bejatnya pelaku SPP (29) kembali keruangan kelas dimana terdapat saksi 1 ASK dan saksi 2 VI (15), kembali pelaku memaksa keduanya minum minuman keras dan menarik saksi 2 VI (15) ke perpustakaan diikuti oleh saksi 1, kemudian pelaku mencium saksi 2 dan meraba payudara serta pahanya dan mengajaknya untuk berhubungan badan namun ditolak oleh saksi 2.

Bukan hanya sekali itu saja ternyata pelaku SPP (29) sebelumnya telah memperkosa melati (16) pada Bulan Desember 2019 juga di perumahan guru tetapi korban tidak berani melapor dikarenakan pelaku mengancam akan mengeluarkan korban dari sekolah dan akan menghabisinya.

Menurut keterangan pelaku minuman keras sebanyak 2 botol merk vodka dan anggur merah dibeli oleh pelaku di Kota Jayapura pada saat pelaku berada di kota sebelum tindak pidana tersebut dilakukan. Pelaku SPP (29) saat ini telah mendekam di sel tahanan Mapolres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kami jerat dengan pasal 76 D Jo 81 ayat 1 tentang persetubuhan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Tutup AKP Rozikin. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here