Anggota 14 Kursi, Yonas Alfons Nussy, Jhon NR Gobay, dan Arnold Walilo beserta Sekda Papua, Hery Dosinaen saat merayakan Ultah 14 Kursi yang ke 1 tahun di Hotel Swissbell Jayapura, Kamis (13/12/18). (Foto /Tiara.)

JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Keberadaan Anggota 14 kursi di lembaga legislatif DPR Papua sudah 1 tahun. Dan ini merupakan kebanggan sebagai anak-anak adat yang dipercayakan didalam sistim pemerintahan Republik Indonesia.

Salah satu Anggota 14 kursi DPR Papua, Yonas Alfond Nussy mengatakan, 13 Desember 2018, merupakan satu tahun pihaknya duduk di DPR Papua, setelah dilantik, 13 Desember 2017 lalu.

“Kami bersyukur sudah satu tahun ini anak-anak adat dipercayakan masuk ke DPR Papua, dan kami hormat terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe yang telah mengimplementasikan amanat UU Otsus dan perwakilan lima wilayah adat untuk bisa masuk dalam sistem legislatif, untuk ikut memberikan proteksi terhadap apa saja yang menjadi harapan-harapan rakyat didalam keputusan-keputusan politik dalam parlemen ini untuk bagaimana melakukan eksekusi pelayanan publik secara baik di Pemerintahan Provinsi Papua,” kata Nussy kepada Wartawan disela-sela acara syukuran Ulang Tahun 14 Kursi DPR Papua usai mengikuti rapat Bamus dengan sejumlah SKPD di Hotel SwissBell Jayapura, Kamis (13/12/18).

Anggota Komisi I DPR Papua ini mengatakan, ini merupakan kejutan dari teman-teman anggota DPR lainnya. Untuk itu pihaknya merasa bersyukur sebab perayaan ulang tahun yang sederhana ini merupakan moment yang sangat berharga karena dapat merayakan ulang tahun diakhir rapat Bapemperda, bersama Pak Sekda Papua, Hery Dosinaen beserta teman-teman lainnya.

Menurutnya, ini sebuah langkah spektakuler dan juga merupakan hal baru di Papua. Pihaknya juga berterimakasih kepada Ketua DPR Papua, Wakil Ketua I dan II DPR Papua, yang selama ini terus menggelar berbagai rapat-rapat yang sudah melahirkan sebuah keputusan besar yang tercatat dalam sejarah kehidupan orang Papua dengan mendorong pengangkatan 14 kursi.

“Tak lupa kami juga berterimakasih kepada Sekwan DPR Papua, ibu Julia Waromi yang selama ini telah mendukung dan menfasilitasi kami.
Semoga ke depan kami lebih baik lagi dan bersemangat lagi dalam melaksanakan tugas, mengemban amah dari masyarakat khususnya adat di wilayah adat masing-masing,” ungkapnya.

Namun, ia juga berharap, ke depan siapa pun yang nantinya duduk di DPR Papua dari jalur 14 kursi pengangkatan tetap bersemangat dan memperjuangkan aspirasi masyarakat adat.

“Dengan perayaan ulang tahun yang sederhana ini akan memberikan semangat dan memantapkan kita untuk memasuki periode yang baru, yang nantinya kita lakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah,” ujar Nussy.

Hal yang sama dikatakan, John NR Gobai. Ia berterimakasih kepada DPR Papua dan pemrintah yang telah membuat pihaknya duduk di DPR Papua, dan Sekwan DPR Papua.

“Kami ini dari kampung, terimaksih kepada masyarakat di kampung yang sudah mempercayakan kami duduk di DPR Papua dan semua apa yang saya tahu terkait keluhan mereka selama ini saya dorong melalui sejumlah regulasi,” ujar Gobai.

Jhon Gobai yang juga merupakan Anggota Komisi II menuturkan, ada beberapa regulasi yang telah didorong pihaknya yakni Perdasus nelayan, pangan lokal, pertambangan, dan masyarakat adat.

“Jadi ke depannya kami akan dorong beberapa regulasi lain lagi. Di antaranya terkait tenaga kerja lokal, tentang pengusaha dan penegakan HAM,” paparnya.

Bahkan kata Gobai, keberadaan regulasi sangat penting kerena itu merupakan pedoman dan pagar untuk wujudkan roh Otsus Papua yaitu pemberdayaan, keberpihakan, dan perlindungan masyarakat Papua.

“Pada kesempatan ini juga kami anggota 14 kursi mohon dukungan masyarakat adat, kami baru satu tahun dan regulasi membatasi masa jabatan kami,” ucapnya.

Sementara itu. Sekda Papua, Hery Dosinaen mengatakan, selama ini 14 kursi memberikan kontribusi yang sangat luar biasa, karena mereka membawa aspirasi masyarakat meski dari jalur pengangkatan, tetapi mereka merupakan representasi dari masyarat yang terakomodir dalam legislatif.

“Hari ini keberadaan 14 kursi di DPR Papua sudah 1 tahun lebih ya dalam melaksanakan tugas-tugasnya, mereka memberikan kontribusibyang sangat luar biasa. Kami salut kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang sejak awal kepemimpinanya sudah perjuangkan hal ini,” tandas Hery.

Dikatakan, memang seharusnya sejak tahun 2009 sudah bisa terakomodir tetapi baru kali ini bisa dilaksanakan, karena ini juga merupakan amanat khusus

Dan pasti lanjut Hery Dosinaen, ada regulasi-regulasi yang dibahas oleh DPR Papua dalam rangka menetapkan keterwakilan adat yang duduk di legislatif.

“Perlu diketahui yang terpenting adalah bahwa amanat dari UU Otsus sudah terakomodir dalam kelembagaan ini,” imbuhnya.(tiara)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here