YALIMO, REPORTASEPAPUA.COM – Setelah bertahun-tahun membeli bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jayawijaya dengan harga yang naik hingga kali lipat, kini masyarakat di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Papua, memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sendiri bahkan dimiliki anak Asli Papua. 

SPBU yang berada di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, diresmikan langsung oleh Kepala BPH Migas Dr. Ir. M. Fanshurulla Asa, didampingi Manager Fuel Retail Marketing Pertamina MOR VIII Fanda Krismianto, bersama pemerintah daerah setempat, Selasa (26/2/2019). 

SPBU di Distrik Abenaho merupakan SPBU Kompak satu harga, yakni solar harga perliternya Rp 6.450 dan premium Rp 5.150. 

“Masyarakat disini sekarang senang dan menyambut baik kehadiran SPBU satu harga ini. Lihat saja peresmian ini dihadiri masyarakat. Ini sudah lama kami nantikan,” ungkap salah seorang masyarakat asli Yalimo, Erehub Kepno. 

Kepno menjelaskan, selama ini masyarakat disini harus membeli BBM dengan harga Rp 18.000 perliter dan kemudian dijual disini dengan harga Rp 30.000-Rp 35.000. 

“Kalau punya kendaraan kita bisa membeli di Kabupaten Jayawijaya dengan perjalanan sekitar 2-3 jam. Kalau beli disini harganya lebih mahal bisa mencapai Rp 35.000 perliter untuk semua jenis BBM, yakni minyak tanah, solar dan premium,” jelasnya. 

Kepala Distrik Abenaho, Selodi Mekwek menjelaskan, lokasi dibangunnya peresmian SPBU Kompak ini berada di ruas jalan Trans Papua, yang menghubungkan beberapa Kabupaen termasuk jalur lintas ke Kabupaten Jayawijaya dari Kota Jayapura, sehingga perlu adanya terminal pengisian BBM.

“Ini bukan hanya menurunkan harga BBM. Tetapi mengenai setok BBM. Sebab selama ini kita harus membeli BBM di Kabupaten Jayawijaya. Dengan begini kita bisa merasakan hadirnya pemerintah dan kami sampaikan terima kasih,” ujarnya. 

Nekwek berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk mendukung investor membangun terminal pengisian BBM satu harga di beberapa titik di kabupaten ini, sehingga pasokan BBM bisa dirasakan semua masyarakat. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Yalimo, Yosua Kepnop menyampaikan kehadiran SPBU ke 2 di Yalimo sangat membantu kebutuhan BBM bagi masyarakat di sini. 

“Saya minta kepada masyarakat agar memanfaatkan kehadiran BBM satu harga ini secara baik. Jangan ada yang menyalahgunakannya. Tidak boleh ada alasan untuk digunaka memotong kayu, namun kenyataannya dijual,” pungkasnya. 

Yosua juga mengharapkan agar BPH Migas dan Pertamina dapat mempercepat pembukaan SPBU satu harga di Distrik Benawa, mengingat daerah ini menjadi lintasan jalan Trans Papua dari Kota Jayapura-Jayawijaya. 

Kepala BPH Migas Dr. Ir. M. Fanshurulla Asa menjelaskan ini adalah peresmian ke 123 BBM satu harga di seluruh Indonesia dari 133 yang sudah diresmikan dengan target 170 lokasi yang akan dibangun sejak tahun 2016 akhir hingga tahun 2019. 

SPBU Kompak satu harga ini, kata Franshurulla lebih banyak dibangun di wilayah Papua dan Papua Barat dari seluruh Indonesia. 

“Ini adalah bagian dari hadirnya sumber energi yang berkeadilan. Apalagi kita tau wilayah Papua memiliki sumber daya yang cukup besar dan hasilnya banyak digunakan untuk negara ini. Sehingga pemerintah pusat juga berkomitmen untuk mengembalikan hasil sumber dayanya untuk kesejahteraan masyarakat,” lugasnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan resmi beroperasinya titik BBM Satu Harga di wilayah Yalimo akan membantu masyarakat menggerakkan roda perekonomian. “Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dapat mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi,” paparnya. 

Region Manager Retail Fuel Marketing VIII Fanda Chrismianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa resmi beroperasinya SPBU Kompak di wilayah Abenaho merupakan wujud komitmen Pertamina agar masyarakat Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Yalimo bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama di wilayah lainnya. 

“Sebelum adanya SPBU ini, masyarakat Yalimo harus menempuh jarak ± 180 km untuk mendapatkan BBM dan kalaupun ada di Yalimo, harga Premium dan Solar bisa mencapai Rp25.000-Rp30.000 per liter,” ujar Fanda. 

Dengan diresmikannya SPBU Kompak di distrik Abenaho maka warga sekitar bisa mendapatkan BBM di wilayahnya sendiri dan menikmati harga yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yakni Premium Rp. 6.450/liter dan harga Solar Rp. 5.150/liter sesuai Kepmen ESDM No. 4738 Tahun 2016,” tambahnya.

SPBU Kompak 86.995.19 Distrik Abenaho yang diresmikan hari ini merupakan bagian dari program BBM Satu Harga yang telah melakukan uji operasi pada akhir tahun 2018 yang lalu. SPBU Kompak ini melayani masyarakat dengan menyediakan BBM jenis  premium dan solar dengan kapasitas Premium 50 KL dan Solar 10 KL yang dipasok dua kali dalam sebulan, serta memiliki fasilitas penyimpanan berupa drum besi dan drum plastik untuk menampung BBM yang disalurkan ke wilayah ini. 

“BBM di Distrik Abenaho dikirim dari titik suplai _(supply point)_ Jobber Timika yang diangkut menggunakan mobil tangki Pertamina kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk dengan waktu tempuh normal hingga 4 jam,” tegasnya. 

Adapun sebutan SPBU Kompak merupakan salah satu jenis klasifikasi SPBU yang mempunyai beberapa syarat, diantaranya berlokasi di pedalaman dan terpisah jauh dari lokasi Terminal BBM, mempunyai luas 200-400 m², dan penyimpanan BBM menggunakan tangki timbun atau drum. ( redaksi ) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here