Sidak BP2JK Papua,  Wamen JWW : Kalian Harus Bekerja Jujur Untuk Negara Ini !

Sidak BP2JK Papua, Wamen JWW : Kalian Harus Bekerja Jujur Untuk Negara Ini !

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo kembali bikin gebrakan. Senin siang tadi (5/10), tanpa pemberitahuan apa, pejabat negara itu tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Papua, di Jalan Abepura, Jayapura Senin Pagi 05/10/2020).

Wempi bersama rombongan kecil segera masuk kantor. Staf balai terkejut semua. Rupanya Kepala BP2JK Hamdi tidak ada di tempat. Langsung Wempi duduk di kursi ujung meja ruang rapat. Ia menyapa staf balai yang berdatangan satu demi satu ke ruangan. “Jangan tegang. Saya memang sengaja tidak memberitahu ke sini,” katanya.\

Pertemuan Wamen PUPR Bersama Staff BP2JK

Wempi kemudian menanyakan keberadaan Hamdi, kepala balai. Dijawab satu staf, yang bersangkutan sedang menuju kantor. Wempi kemudian menanyakan kepada staf yang ada tentang beberapa laporan yang ia terima.

Sekitar satu jam kemudian kepala balai Hamdi muncul. Sambil meminta maaf ia langsung bergabung. Kepada Wamen Wempi, Hamdi menyatakan baru tiba dari Jakarta. Ia tak percaya Wamen datang mendadak ke kantornya. “Saya tanya teman, Pak Menteri ada di Jakarta. Makanya saya kaget kalau Pak Wamen ada di sini,” akunya. Wempi segera mendinginkan suasana. “Jangan tegang. Saya memang sengaja mendadak ke sini.”

Dalam pembahasan lebih lanjut, Wempi mempertanyakan beberapa laporan yang ia dapat terkait kinerja balai. Hamdi menjawab. Antara lain, tentang lambatnya proses lelang. Hamdi mengaku kekurangan staf. Saat ini balai hanya punya 12 staf, sementara tugas yang harus dikerjakan sangat banyak. Menurut Hamdi, dibutuhkan minimal 30-45 staf untuk mengerjakan tugas BP2JK agar bisa sesuai target.

Untuk soal ini, Wempi mengatakan bahwa saat ini ada rekrutme afirmasi, di mana staf-staf asli Papua akan bertugas di Papua dan Papua Barat.

Hamdi juga mengeluhkan adanya pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Papua tentang dugaan korupsi lelang. “Apalagi saya dilaporkan ke kejaksaan dan pemberitaan yang baru-baru ini membuat kami pusing. Terus terang kami tidak bisa bekerja akibatnya,” ungkap Hamdi. Wamen Wempi mengaku mendengar kasus itu dan menyarankan agar dipenuhi prosedur dan disiapkan bahan-bahannya. Wempi meminta seluruh staf balai berlaku jujur karena semua tugas yang diberikan negara ditujukan semata-mata demi kesejahteraan dan bermanfaat untuk rakyat Papua dan Papua Barat. “Kalian harus bekerja jujur untuk negara ini,” begitu tegas Wamen PUPR John Wempi Wetipo.

‘Sinergi’ Balai-Kejaksaan

Dalam pertemuan itu, Hamdi juga mengungkapkan bahwa balai berencana melakukan sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Papua untuk mengadakan workshop pelatihan serta sosialisasi tentang aturan dan prosedur lelang. Pesertanya terutama adalah para pengusaha dan kontraktor asli Papua. Acara dijadawalkan pada Rabu (7/10) di sebuah hotel di Jayapura. Para pembicara yang diajukan antara lain Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo, SH, MH, Asisten Pidana Khusus Kejati Papua Alexander Sinuraya dan pejabat-pejabat dari BP2JK.

Hamdi mengharapkan kesediaan Wamen PUPR John Wempi Wetipo untuk datang di acara itu. Wempi menjawab: “Lihat nanti saja.”

Workshop BP2JK-Kejaksaan Tinggi Papua mengundang pertanyaan. Jika dikatakan sebagai sinergi, bagaimana bisa sinergi terjadi antara BP2JK yang notabene sedang diperiksa dengan Kejaksaan yang notabene sedang memeriksa dugaan kasus di balai. Memang tidak ada aturan yang melarang sinergi itu. Namun dalam konteks perkara yang sedang didalami kejaksaan, apakah etis kedua lembaga itu mengadakan sinergi ?

Sementara itu, Seorang Pengusaha asli Papua, Isak saat diwawancarai Soal adanya Workshop itu Menanggapi dan balik bertanya, kalau BP2JK memang punya niat baik sejak awal, kenapa tidak dari dulu saja bikin workshop? Saat lelang-lelang baru dimulai. “Kenapa baru sekarang bikin workshop saat banyak masalah sudah terjadi? Saat kejaksaan sedang periksa balai?” Begitulah keheranan pengusaha asli Papua itu. (Redaksi)

Wamen PUPR Saat di Balai Jalan XVIII

Related Posts

Leave a Reply