Sikapi Pembantaian di Nduga, Fraksi Gerindra DPR Papua Minta Tiga “Honai” Harus Duduk Bersama

1
153

JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Menyikapi tindakan brutal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah membantai puluhan karyawan PT Istaka Karya di Distrik Yigi Kabupaten Nduga, pada awal Desember 2018, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPR Papua meminta agar tiga “honai” dalam hal ini Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua, dan Pemerintah Provinsi Papua untuk
duduk bersama guna membahas dan mencari akar permasalahan yang terjadi di Tanah Papua akhir tahun ini.

Apalagi tandas Sekertaris Fraksi Gerindra DPR Papua, Natan Pahabol, hari ini Papua situasi darurat, dan sebagai solusi Fraksi Gerindra memberikan tawaran kepada Pemprov, MRP dan DPR Papua, tiga honai duduk bersama.

“Jadi memang hari ini, situasi di Papua darurat karena itu Fraksi Gerindra memberikan tawaran ke tiga honai untuk duduk bersama-sama menyikapi situasi yang terjadi di Papua,” kata Natan Pahabol saat ditemui sejumlah wartawan di Hotel Horison, Kota Jayapura, akhir pekan kemarin.

Sebab ungkap Natan, pihaknya telah mendengar dari media terkait situasi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga sudah darurat. Bahkan, aparat keamanan pun didatangkan tidak bukan hanya dari Jayapura tetapi juga dari Surabaya untuk menangkap dan mengejar para pelaku pembantaian puluhan karyawan PT Istaka Karya.

“Saya atas nama Fraksi Gerindra DPR Papua, kami menyampaikan duka yang mendalam terhadap korban-korban yang meninggal, atas perbuatan keji oleh sekelompok orang yang tidak bertanggujawab, yakni KKB,” tandas Natan Pahabol

Akibat kejadian ini lanjutnya, masyarakat khususnya yang berada di Distrik Mbua dan Yigi Kabupaten Nduga mereka menjadi trauma dan takut.

Padahal kata Natan, di dalam menyongsong bulan Desember, yang mana Desember ini adalah bulan damai bagi masyarakat Papua yang mayoritas beragama Kristen merupakan bulan kelahiran Tuhan Yesus dan bulan damai diatas Tanah ini.

“Tetapi kondisi yang kita lihat sekarang ini, tidak lagi seperti itu. Kondisi sekarang adalah orang menjadi takut,” imbuhnya.

Namun legislator Papua ini meminta, agar pasukan yang datang mengejar para pelaku ini, untuk tidak melakukan hal-hal yang keluar dari SOP, yang bisa mengakibatkan masyarakat disana menjadi takut.

Untuk itu tegas Natan Pahabol, perlu ada sikap yang diambil tiga honai ini.

“Jadi situasi hari ini di Papua, memang situasi darurat, sehingga tiga honai ini harus duduk bersama-sama untuk dapat menyikapi masalah ini,”tekannya.(tiara)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here