Soal Klarifikasi Danlanud, Bupati Banua : Waktu Kami Cek, Tidak Ada Surat

0
88

WAMENA, Reportasepapua.com – Bupati Kabupaten Jayawijaya Jhon Ricahrd Banua mengakui, tidak menerima surat keterangan dari Komandan Detasemen Angkatan Udara Wamena, terutama untuk Ke-10 orang yang sempat transit di Bandar Udara Wamena.

“Kalau saya itu, ada 6 orang yang miliki surat, dari Bupati Jayapura dan Bupati Kerom, kenapa Komandan AURI tidak melaporkan ke Pemerintah, tapi surat itu tidak ada, jadi kami merasa bahwa itu penumpang yang tidak ada rekomendasi dari siapapun,” Kata Bupati Jayawijaya, Senin (6/4/2020) di Wamena.

Bupati Menambahkan, jika ada penyampaian surat keterangan kepada pemerintah, tentunya akan di pertimbangkan oleh Pemerintah Jayawijaya, apalagi Ke-6 orang yang dimaksudkan adalah tenaga Medis.

“Kan ada 10 duanya anggota TNI, terus yang dibilang kan 6 orang, terus yang dua itu siapa, dan kemarin saya telepon Komandan AURI dan diatakan tidak ada surat-surat, jadi saya minta dikembalikan semua,” ungkap Bupati Banua.

Pemerintah Jayawijaya mengantisipasi adanya penupang masuk ke Wamena, apalagi kita ketahui bersama bahwa di Timika sudah ada yang postitif Covid-19.

Sementara itu, Komandan Detasemen Angkatan Udara Wamena, Mayor Penerbang Arif Sudjatmiko. mengklarifikasi insiden yang sempat terjadi pada hari sabtu (4/4/2020) di Bandar Udara Wamena. memang Pesawat Herkules membawa penumpang Sipil, namun sifatnya hanyalah Transit di Wamena dan hal ini sempat terjadi permasalahan, walaupun penumpang sempat mengikuti langkah Prosedur bagi penumpang yang mendarat, serta sampai kepada karantina di Bandar Udara Wamena. Diakuinya, penumpang yang ikut Pesawat Herkules adalah permintaan dari Bupati Jayapura dan Bupati Kerom, dan diantaranya ada tenaga medis serta juga ada permintaan untuk menerbangkan 28 penumpang asal Jayapura yang saat ini berada di Biak.

“Penumpang yang dibawa atas permohonan dan permintaan dari Bupati Jayapura dan Bupati Kerom,” jelas Arif.

Dirinya menegaskan, tidak ada penumpang yang turun di Wamena ataupun berdiam di Wamena, karena semuanya sudah dipulangkan.

“Mengingat Bapak Bupati sempat mengutarakan bahwa TNI-AU tidak berkomitmen, namun saya tegaskan sekali lagi tidak seperti itu, karena TNI-AU siap bekerja sesuai perintah dalam mengirim APD ke seluruh wilayah terutama di Wilayah Papua,” ungkap Arif. (Yanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here