Stok Beras Papua Melimpah

0
139

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Kepala Perum Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat, Sopran Kenedi mengatakan, stok beras di Bulog Papua dan Papua Barat melimpah lantaran tidak tersalurkan secara rutin sejak transformasi program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa sembako pada pertengahan 2019.

Per 12 Februari 2020, kata Sopran, stok beras sebanyak 46.800 ton terdiri dari beras Public Service Obligation (PSO/kewajiban pelayanan publik) sebanyak 38.200 ton, beras komersil 2.500 ton dan 8.600 ton sedang dalam perjalanan dari Merauke.

Kepala Perum Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat, Sopran Kenedi.

“Sejak transformasi Bansos Rastra menjadi BPNT stok beras semakin bertambah karena tidak ada kewajiban bagi pemerintah daerah membeli beras dari Bulog untuk masyarakat kurang mampu sebagai penerima manfaat dari program Bansos Rastra,” ucap Sopran, Jumat (14/2).

Untuk mengatasi hal itu, Sopran mengungkapkan melakukan efektifitas stabilisasi harga seperti operasi pasar kendati dalam jumlah terbatas dan juga masih menyalurkan ke Aparatur Sipil Negara (ASN).

Terkait penyerapan beras Merauke, Sopran mengatakan, terealisasi 32.00 ton atau 110 persen dari target 30.000 ton, sementara target pengadaan beras Merauke tahun 2020 sebanyak 31.000 ton.

“Disatu sisi kita disuruh menyerap beras petani, tapi tidak ada penyaluran lagi untuk Bansos Rastra, otomatis stok beras bertambah, outlet untuk penyaluran beras sudah tidak ada, ini mempengaruhi stok beras yang kita kelola semakin banyak karena tidak tersalurkan,” ujar Sopran. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here