Tak Nyaman di Foto, Dua Pegawai KPK dibawa Ke Polda Metro

1
171

JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengaku tidak nyaman terhadap insiden pemotretan oleh petugas KPK saat sedang mendokumentasikan kegiatan Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama tim anggaran ekseKutif dan legislatif bersama Kemendari di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2018).

Dengan diduga adanya upaya memata-matai kegiatan kerja Pemerintah Papua termasuk Gubernur Papua saat itu, kata Yunus Wonda, terkesan adanya jebakan yang akan di skenariokan KPK untuk menangkap petinggi Papua.

“ Di dalam percakapan whatsupnya kami lihat sendiri dia melaporkan semua kegiatan kami, bahkan menyebutkan posisi Pak Gubernur sedang turun tangga, Kaban Keuangan sedang membawa ransel, dan itu semua lengkap,” aku Yunus yang juga mengakui namanya beserta, Kadisorda, Kadis PU juga di sebutkan dalam percakapan Whast up tersebut.

Kondisi tersebut, kata Yunus Wonda justru terkesan tidak baik, dan membuat tidak nyaman bagi pihaknya untuk melaksanakan tugas sebagai aparat pemerintahan.

“Kami merasa tidak nyaman dengan kondisi ini, kok terkesan kami di mata-matai padahal kami sedang melakukan rapat bersama Kemendari untuk mengevaluasi hasil konsultasi APBD 2019 dengan mendagri,” kata Yunus Wonda kepada media, Minggu (2/3/218).

Petugas KPK yang tanyai in akhirnya  di giring Ke Polda Mentro Jaya ternyata pegawai KPK, dia bersama rekannya ditertangkap tangan sedang mendokumentasikan dan melaporkan kegiatan Lukas Enembe saat sedang rapat dengan Tim Eksecutif, Legislatif dan Kemendagri di Hotel Borobudur.

seperti diketahui , Sabtu, (2/2/2019) Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Tim Badan Anggaran Eksecutif dan Legislatif Papua melakukan rapat evaluasi APBD Papua Tahun 2019 bersama Kemendagri di Hotel Borobudur, Jakarta. Rapat tersebut dilakukan untuk menentukan hasil akhir evaluasi terhadap APBD Papua pasca ditetapkan oleh DPR Papua awal Januari lalu.(redaksi)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here