Tenaga Medis Terpapar Covid-19, Ruang Inap Anak dan Ruang Bersalin di RSUD Wondama di Tutup

Wondama, Reportase Papua,com – Terkonfirmasi kasus positif covid-19 kabupaten Teluk Wondama terus bertambah,  menjadi 44 kasus, dimana dua diantaranya adalah anak-anak di bawah umur 5 tahun dan 1 diantaranya adalah bayi berusia 21 hari dan 5 orang tenaga medis yang bertugas di ruang rawat inap bayi dan 1 ibu dari bayi berusia 21 hari.

Juru bicara covid-19 Wondama, dr. Yoce Kurniawan menjelaskan kasus terkonfirmasi positif yang dua hari berturut-turut terus bertambah itu dari hasil tracing kontak erat dengan bayi berusian 21 hari yang terpapar covid-19 pada pekan lalu.  Dan kontak erat terebut tentunya para medis yang bertugas di ruang rawat Inap anak.

Akibat hal tersebut dengan terpaksa ruang rawat inap bayi di tutup. Bukan hanya ruang rawat inap bayi saja tetapi ruang bersalinpun ikut di tutup sebab bersebelahan dengan ruang rawat inap bayi. Penutuan ruang rawat inap bayi dan bersalin guna mensterilkan ruang cegah penyebaran covid-19 dan kemudian akan digunakan kembali setelah sterilisasi ruangan tersebut.

“Akibat dari 50 orang petugas ruang bayi isolasi mandiri, dua hari lalu ruang rawat inap bayi kami tutup, tapi kita pindahkan ke ruang heker unit. Malam (sejak 30 september 2020) ini kurang lebih 50 orang kita isolasi mandiri sehingga ruang bersalinpun karena bersebelahan dengan ruang bayi kita tutup, tangal 8 kita buka kembali, karena tanggal 6 Oktober 2020 ada 4 orang  tenaga medis selesai isolasi,”ujar Yoce yang juga direktur RSUD Wondama.

Namun kata Yoce untuk kasus darurat masih tetap di layani diruang UGD dan ruang Operasi. Sebab ada dokter spesialis dan anastesi siap melayani di RSUD. Akan tetapi untuk ibu bersalin untuk sementara di alihkan ke puskesmas diantara Puskesma Wondiboi dan Puskemas Wasior, sampai urang bersalin di buka kembali.

“Tapi untuk kasus darurat atau gawat bisa langsung ke gawat darurat bahkan bisa langsung ke ruang operasi karena dokter spesialis kandungan dan anastessi yang kompeten lakukan operasi seksium ada, untuk ibu bersalin diarahkan ke puskesmas untuk sementara” ucap Yoce pada konferensi pers tadi malam.

Kasus suspek 24 orang dan sudah selesai pemantauan, probable 17 orang sudah selesai pemantauan, pemeriksaan sampel Tes cepat molekuler per 30 September 2020 sebanyak 8 orang.

“Kasus suspek masih sama 24 selesa pemantauan, probable 17 selesai pemantauan, TCM swab 422 hari ini ada pemeriksaan 8 sampel,”kata Yoce.

Sementara lanjut dia, saat ini pasien Positif berjumlah 9 orang masih di rawat di ruang isolasi RSUD dan kondisi mereka saat ini, bayi masih stabil serta 8 diantaranya berkeluhan ringan saja.

“Sembuh 34 orang, meninggal dunia 1 orang. 9 positif terdiri dari bayi umur 21 hari dan ibunya, 5 petugas medis, 2 anak dari medis dan 1 bayi umur. mengenai keadaan dari pasien di ruang isolasi rata-rata keluhan ringan dan untuk bayi masih stabil kondisinya,”ujar Yoce.

Dia menambahkan terhitung mulai besok,  RSUD tidak lagi melakukan rapid test terhadap pelaku perjalanan untuk mengurangi beban kerja. Yang berkepentingan bepergian dapat melakukan Rapid test di Puskesmas Wasior dan Wondiboi.

“Mulai besok pemeriksaan Rapid tes baik pesawat atau kapal di lakukan di puskesmas,”. Tukas dr. Yoce spesialis saraf.

Per hari ini (30 september 2020) kontak erat tambhaan 58, total 486 masih dalam pemantauan 75 terdiri dari 13 orang tenaga isolasi 12 orang kontak erat kasus bayi positif, 50 adalah kontak erat petugas medis yang bertugas di ruang bayi RSUD. (SR)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,735PengikutMengikuti
17,400PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles