Terima Laporan Paslon IDAMAN, Bawaslu Take Down Konten AB Karena Meresahkan Empat Paslon Pilkada Wondama

Wondama, Reportase Papua.com – Satu bulan lebih sudah, kampanye politik empat Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan kepala daerah (Pilkada)Wondama 2020. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Teluk Wondama, sudah menerima laporan dugaan pelanggaran kampanye, dilapor langsung oleh Paslon nomor urut 3 yaitu Paslon Indubri-Matani (Idaman).

Ketua Bawaslu Menahen Sabarofek, berterima kasih atas dugaan laporan pelanggaran tersebut. Namun dugaan pelanggaran yang dilaporkan tidak terdapat unsur pelanggaran pilkada setelah pihak Bawaslu melakukan kajian persoalan itu.

Laporan dugaan tersebut, dari salah satu konten internet milik AB, menuliskan narasi-narasi yang dianggap meresahkan empat Paslon Pilkada Wondama 2020.

“Sejauh ini, kami sudah ada dugaan laporan pelanggaran yang dilaporkan oleh Paslon Idaman. Laporan terkait dengan konten internet. Didalamnya untuk penerapan pasal dalam undang-undang pemilu tidak ada,”terang Menahen Sabarofek kepada Wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Atas dugaan laporan pelanggaran oleh Paslon Idaman, terhadap AB di dalam kontennya itu, ketua Bawaslu yang akrab di sapa Mena mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap laporan tersebut, tetapi tidak ada unsur pelanggaran kampanye namun meresahkan empat paslon pilkada. Sehingga, akun AB di take down.

” Dalam penanganan, kami sudah merekomendasikan, kepada Kominfo meminta untuk di take down konten tersebut, karena meresahkan empat Paslon pilkada,”ujar Mena.

Mena kembali menegaskan, apabila terdapat narasi-narasi ujaran kebencian, selaku Pengawas Pemilu, pihaknya tidak segan-segan merekomendasikan ke pihak penegak hukum untuk di proses. Tetapi narasi itu hanya masuk kategori meresahkan setelah timnya melakukan analisis dan kajian persoalan itu.

“Tetapi kalau di dalam situ ada ujaran kebencian kami pasti rekomendasikan di proses. Tapi karena tidak ada ujaran kebencian yang dikaitkan dengan pihak yang dirugikan ataupun menjanjikan pihak-pihak yang akan mendukung pasangan calon ini. Namun kalau itu ada, ujaran kebencian bahkan ada di dalam media sosial sudah jelas kami akan rekomendasika ke pihak kepolisian,”tutur Mena.

“Kontennya itu dari parpol PSI, atas nama AB, setelah dibuat kajian ternyata unsurnya tidak terpenuhi dan menyeluruh untuk semua pasangan, tetapi karena meresahkan,sesuai mekanisme, kami rekomendasikan ke kominfo untuk di take down. Selain kemenkominfo, kami juga bekerja sama dengan IT internet kami meminta untuk di take down konten itu,”jelas Mena. (SR).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,737PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles