JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM –  Ternyata Pembakaran Kantor Distrik Nuggawi di Kabupaten Tolikara dipicu kemarahan masyarakat yang menunggu pelaksanaan pleno rekapitulasi tingkat distrik yang berlarut-larut disebabkan karena ditinggal pergi Ketua PPD dan Panwas Distrik.

Mirisnya, PPD dan Panwas Distrik ini diketahui meninggalkan lokasi pleno bersama salah satu calon anggota DPRD Kabupaten dari salah satu Parpol. Ketiganya pergi setelah terjadi keributan saat pleno rekap suara, lantaran adanya perbedaan hasil rekap dengan data masyarakat.

Anggota Bawaslu Papua, Ronald Manoach menjelaskan sebagaimana laporan yang baru diterimanya, kebakaran kantor distrik terjadi sekitar pukul 10.00 WIT Kamis (25/4/2019). saat itu massa mengamuk lantaran telah dua hari lamanya menunggu pelaksanaan pleno yang sempat tertunda lantaran adanya perbedaan data suara masyarakat dengan hasil pleno tingkat distrik.

“Jadi massa membakar kantor distrik atau tempat pelaksanaan pleno karena marah lantaran Ketua PPD dan Oknum Pandis yang pergi bersama salah satu caleg pasca keributan jumlah suara saat pleno,” kata Ronald Manoach.

Ronald mengatakan memang sebelumnya saat pleno rekap distrik berlangsung alot lantaran adanya perbedaan suara dari masyarakat dengan hasil rekapan. Karena itulah, salah satu caleg yang disebut-sebut dari Partai Demokrat ini membawa Ketua PPD dan Pandis.

“ Nah sejak mereka (oknum caleg, ketua PPD dan Pandis, red) pergi pleno rekapituliasi tertunda dan masyarakat menunggu hingga akhirnya 25 April kemarin puncak kemarahan masyarakat dan membakar kantor distrik,” jelasnya.

Meski demikian, kata Ronald memastikan bahwa semua logistik serta data-data rekapan sudah diamankan oleh penyelenggara setempat. Dan saat ini pihaknya juga masih mencari keberadaan Ketua PPD dan Pandis yang pergi bersama oknum caleg tersebut.

“Kita masih terus koordinasi, dan Bawaslu Papua akan menurunkan tim untuk mendampingi Bawaslu daerah untuk proses tindak lanjutnya di Distrik Nunggawi,” kata Ronald.

Ronald juga berpesan, bahwa dalam setiap penanganan dan pengawasannya, Bawaslu mengedepankan pencegahan dan memberikan penyampaian informasi yang sebenar-benarnya kepada masyarakat.

“ ini juga yang kami sampaikan kepada Bawaslu di daerah, utamakan pencegahan, dan berikan pemahaman serta penyampaian yang sebenar-benarnya, jika perlu gunakan bahasa daerah, dan kami harap masyarkaat menahan diri agar tidak melakukan tindakan anarkis, dan percayakan ini pihak keamanan dan bawaslu,” jelas Ronald. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here