JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Kepolisian Resor Jayawijaya kembali menetapkan 1 orang sebagai tersangka terkait aksi kerusuhan yang terjadi pada hari Senin tanggal 23 September 2019 di Kota Wamena. 1 (Satu) orang tersangka tersebut berinisial PH (16).

Sehingga, sampai saat ini, Polres Jayawijaya telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka dengan rincian 16 orang telah ditahan di Rutan Mapolres Jayawijaya, 4 orang masih DPO masing-masing berinisial YA (44), HW (22), BA (21) dan PW (21). Kemudian pelaku inisial NW (35) merupakan pelaku di jembatan Wouma.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan 16 orang tersangka saat ini telah tahan di Rutan Mapolres Jayawijaya, dan 4 orang masih DPO yakni YA, HW, BA, dan PW sedangkan 1 tersangkan NW merupakan pelaku penikaman di Jembatan Wouma dan telah di tahan di Rutan Mapolres Jayawijaya . Perkembangan proses penyidikan sendiri sebagian berkas sudah tahap satu ke Kejaksaan Negeri Wamena.

“Aksi kerusuhan tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 23 September 2019 di Kota Wamena yang dilatarbelakangi dari dugaan tindakaan rasisme yang mengakibatakan terjadi pembunuhan, Penganiayaan dan pembakaran sejumlah kantor pemerintah, fasilitas umum dan pemukimanan masyarakat,” Ungkap Kamal.

Atas perbuatannya para tersangka di jerat dengan pasal sesuai dengan perannya masing-masing yakni Pasal 187 KUHP tentang Pembakaran dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, 170 KUHP tentang pengerusakan terhadap orang atau barang secara bersama-sama dimuka umum dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan 160 KUHP tentang menghasut seseorang untuk melakukan tindak pidana dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara 7 tahun penjara.

“Untuk situasi saat ini di Kota Wamena secara keseluruhan sudah kondusif, artinya aktifitas masyarakat sudah berjalan normal seperti biasa. Kami bisa sampaikan bahwa di pusat-pusat perekonomian seperti di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya untuk aktifitas jual beli dalam hal ini perekonomian sudah berjalan dan masyarakat sudah berlalu lalang di jalan-jalan di Kota Wamena,” Tutup Kamal. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here