Tiga Guru Disandera KKSB di Mimika

1
530

MIMIKA, Reportasepapua.com – Sebanyak Tiga orang guru yang bertugas SD Inpres Baluni tepatnya di kampung Jagamin Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Selasa (18/2) lalu disandera oleh 50 orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Mereka yang diduga disandera Berinisial, EL, AS, BP, akhirnya menurut informasih Rabu (26/2) berhasil dievakuasi oleh pihak keamanan yang melaksanakan pengamanan di wilayah Tembagapura menggunakan heli bel 412/P-3002 milik Polri.

Pagi sekitar pukul 08.09 WIT Heli Bell 412/P-3002 milik Polri dengan Pilot Kompol Triadhi dan AKP Hendri Noviardhi terbang menuju Arwanop untuk melaksanakan evakuasi terhadap Tiga orang guru tersebut, kemudian terbang kembali ke terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika. Selanjutnya dibawa ke Mako Yon B Pelopor Timika di jalan Agimuga Mile 32 untuk diambil keterangan.

Sebelumnya, terdapat sekitar 50 orang KKB memasuki kampung Jagamin dan mencari masyarakat pendatang (Non Papua) dan menemukan 3 orang guru tersebut.

Pihak KKB berencana membawa guru-guru tersebut untuk disandera dan diancam akan dibunuh, tetapi kepala kampung menghalang-halangi sehingga berdasarkan kesepakatan masyarakat kampung Jagamin ketiga guru tersebut harus di evakuasi ke Timika.

Mendapat ancaman penyanderaan hingga hendak dibunuh, ketiga guru tersebut diantar oleh masyarakat Jagamin berjalan menuju kampung Anggogoin di Bandara Arwanop dan, keesokan harinya ketiga guru tersebut melaporkan kejadian penyandraan kepada pihak keamanan di pos Satgas Pamrahwan Arwanop Yonif 754/20/3/Kostrad, dan selanjutnya dievakuasi ke Timika.

Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf. Pio L Nainggolan ketika dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan resmi terkait kejadian penyanderaan yang menimpa 3 orang guru yang bertugas di SD Inpres Baluni kampong Jagamin. Dirinya akan mengecek kebenaran informasi tersebut. “Iya memang ada info itu, cuma saya belum dapat laporan, nanti saya infokan,” kata Dandim. (Redaksi Reportase)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here