Tiga Kapolres Wilayah Rawan Teror Penembakan Separatis Diganti

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw melakukan pergantian sejumlah Kapolres yaitu 9 Kapolres dan 2 Pejabat Utama Polda. Dalam pergantian yang biasa disebut penyegaran itu, terdapat 3 kapolres  yang diganti Dimana Kapolres itu berada di wilayah rawan teror KKB. 

AKBP Moh. Darodjat Daimboa yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Nduga akan menduduki jabatan baru sebagai Kapolres Supiori dan akan digantikan oleh Kompol I Komang Budiartha, S.I.K yang sebelumnya menjabat sebagai Danden Gegana Sat Brimob Polda Papua.

AKBP I Made Budi Darma, SE yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Supiori akan menduduki jabatan baru sebagai PS. Wadir Lantas Polda Papua.

AKBP Dicky Hermansyah Saragih, S.Sos yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Puncak akan menduduki jabatan baru sebagai PS. Kabag RBP Rorena Polda Papua dan akan digantikan oleh Kompol I Nyoman Punia, S.Sos yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Mimika.

AKBP I Wayan G. Antara yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Intan Jaya akan menduduki jabatan baru sebagai Gadik Madya SPN Polda Papua dan akan digantikan oleh AKBP Sandi Sultan, S.IK yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit V Dit Intelkam Polda Polda Papua.

Kapolda Papua mengatakan, Dalam suatu organisasi adalah merupakan bagian dari mekanisme dan dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan organisasi, juga memberikan kesejahteraan personel berupa peningkatan promosi jabatan dan menyiapkan regenerasi kedepan sehingga organisasi tetap berjalan dan berkesinambungan.

“Selain itu tujuan mutasi pada suatu jabatan diharapkan juga dapat mengakselerasikan pelaksanaan program kerja yang telah dirumuskan sehingga dapat berjalan efektif dan mengalami peningkatan kualitas kesatuan, baik dalam bidang pembinaan maupun operasional sehingga dapat menumbuhkan semangat pengabdian yang tinggi serta mengukir prestasi pada setiap penugasan yang semata-mata berorientasi kepada pelayanan terhadap masyarakat,” Katanya.

Selain dari pada itu untuk mendukung 16 Program Prioritas Kapolri serta Penekanan 100 Hari Kerja Kapolri dalam melayani masyarakat serta mewujudkan Polri yang PRESISI “Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan” yang bertujuan menata kelembagaan, perubahan sistem dan metode organisasi menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang unggul di Era Police 4.0, saya mengharapkan agar seluruh jajaran Polda Papua dapat segera mengimplementasikan dan menjabarkan program dimaksud.

“Dinamika perkembangan situasi Kamtibmas di Provinsi Papua saat ini semakin meningkat, agar pejabat yang baru senantiasa membangun komunikasi serta kemitraan kepada seluruh Muspida di wilayah masing-masing serta Para Tokoh (Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat) dan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada guna mempermudah dalam penanganan permasalahan dan penegakan hukum serta peningkatan keamanan,”

“Perlu dilakukan antisipasi terhadap ancaman Kamtibmas yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak dengan terjadinya penembakan pada masyarakat sipil, Kapolres yang baru segera adaptasi dan bangun komunikasi secara aktif dengan para tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. (rdk)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,738PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles