Tim Cycloop Bekuk Pelaku Anirat di Kampung Yoboi

0
184

SENTANI, Reportasepapua.com –  Tim Cycloop Polres Jayapura berhasil membekuk pelaku penganiayaan berat (anirat) di Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Rabu, (19/02) malam.

Berdasarkan laporan polisi yang dibuat saksi/pelapor Max Roberth Tokoro (47) tanggal 15/02, dimana kasus penganiayaan ini terjadi di Kampung Homofolo Distrik Ebungfauw Kabupaten Jayapura yang mengakibatkan tangan kiri korban Paulus Nukuboi (58) putus, dilakukan oleh pelaku berinisial MT (50).

Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tangan korban sampai putus.

“sebelumnya pelaku MS (50) bertengkar dengan istrinya, lalu pelaku keluar dari rumahnya sambil membawa parang dan menuju ke rumahnya saksi/pelapor, dimana didalam rumah terdapat korban Paulus Nukuboi (58), setelah sampai di depan rumah, pelaku memanggil – manggil korban untuk keluar, saat itu sempat saksi membujuk pelaku agar bicara baik – baik, namun pelaku semakin beringas, disaat itu korban sempat keluar dengan membawa sebuah kampak dan mengayunkan Kampak tersebut kearah pelaku namun berhasil dihindari, berbalik pelaku mengejar korban sampai masuk ke dalam rumah saksi/pelapor, pelaku yang mengarahkan tebasannya ke kepala di tangkis korban dengan menggunakan tangan, yang tangan kirinya putus,” jelasnya.

Lanjut AKP Henrikus, saat melihat hal tersebut saksi langsung mengevakuasi Korban Paulus Nukuboi (58) ke RS. Yowari dan hingga saat berita ini diketik korban masih dirawat.

Saat hendak ditangkap, pelaku MT (50) dalam kondisi sakit dan sedang berada di rumah salah satu petugas medis di Kampung Yoboi untuk berobat, kemudian tim berhasil melakukan penangkapan, selanjutnya dibawa ke Mapolres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku telah mengakui perbuatannya, untuk barang bukti parang masih dalam penyelidikan dimana pelaku menyimpannya, pelaku MT (50) kami jerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here