Timika Sepakat Menjaga Kedamaian

TIMIKA, REPORTASEPAPUA.COM – Bertempat di gedung Tongkonan, Jl. Sam Ratulangi, Distrik Wania, Kab. Mimika, telah dilaksanakan kegiatan tatap muka Forkopimda bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, TNI-Polri dan komponen masyarakat Kab. Mimika dalam rangka bersinergi menjaga Kamtibmas, mengawal Pemerintahan membangun Mimika.

Hadir dalam kegiatan Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Pio L. Nainggolan, Dan Lanal Timika Letkol Laut (P) Yadi Mulyadi, Kaban Kesbangpol Bpk. Petrus Lewa Koten, Danbrigif 20/3 Kostrad Kolonel Inf. Charles Binsar Parulian, Kasi Intel Kejaksaan Bpk. Eko Winarno, Dandenkav-3/SC Mayor Kav. Hanung Kaptiaji, Wadanyon B Pelopor Timika, Kasat Intel Pores Mimika, Kepala PN Timika, Danyon/754, Para tokoh-tokoh.

Bupati Mimika yang disampaikan oleh Sekda Mimika Bpk. Marthen Paiding yakni, Menyikapi beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat dimana terjadi konflik dan kita perlu bersyukur karena Mimika hingga saat ini tetap dalam keadaan aman .

“Tujuan dari kita semua hadir di sini guna berkomitmen untuk tetap menjaga Mimika dalam keadaan yang tetap kondusif. Untuk mewujudkan sebuah daerah yang aman itu tidak hanya menjadi tanggungjawab TNI-POLRI saja melainkan kita semua. Kami mengajak kepada kita semua untuk mari menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing yang sudah dipercayai oleh masyarakat dan tetap menciptakan keamanan di Kab. Mimika,” Tuturnya.

Penyampaian dari Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto yakni, Memberikan kesempatan sepenuhnya kepada masyarakat Papua untuk membangun warga Papua. Kepemimpinan harus kuat, diibaratkan sebuah bahtera ditengah lautan yang artinya jangan menyalahkan pimpinan tetapi harus melihat persoalan dan mengatasinya ibaratnya kapal itu bocor jangan menyalahkan nahkoda tetapi mencari cara untuk menambal kebocoran itu.

“Menyampaikan permohonan maaf atas pembubaran posko darurat pelajar dan Mahasiswa Papua beberapa waktu lalu itu di sebabkan karena ada penumpang gelap yaitu KNPB, ULMWP dan OPM yang mana modus operandinya sama seperti kejadian di Kab. Jayawijaya,” Tegas Kapolres.

Penyampaian dari dari Dandim/1710 Mimika Letkol Inf. Pio L. Nainggolan yakni, Di dalam konsep sekuriti atau keamanan ada 3 aktor yang perlu dipegang yaitu ; Pemerintah Daerah, Keamanan dan Masyarakat. Ini yang harus kita pedomani bahwa ke tiga komponen ini harus bersinergi untuk dapat menciptakan sebuah situasi daerah yang aman dan kondusif.

“Kita perlu menyadari bahwa kita hidup di era globalisasi dimana kita hidup dengan semua kebebasan dimana semua kebutuhan dapat dijangkau baik itu informasi, transportasi. Akan tetapi ada sisi kerawanan karena semua informasi yang diterima belum tentu benar atau hoax, maka itu kita dalam menggunakan media sosial harus dengan bijak,” Ungkap Dandim.

Setelah kegiatan Seluruh Komponen Menyepakati KOMITMEN BERSAMA yaitu Kami atas Forkopimda bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-POLRI dan komponen masyarakat Kabupaten Mimika.

MENYATAKAN SIKAP :

  1. Memegang teguh Pancasila dan Undang-undang dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Bersama-sama menjaga dan memelihara Persatuan dan Kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Bersinergi dan berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas serta patuh pada hukum dan Perundang-undangan yang berlaku.
  4. Hidup berdampingan secara rukun dan damai saling mengasihi dengan penuh toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman, suku, agama, budaya dan adat istiadat.
  5. Mendukung terselenggaranya program Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan di segala bidang demi kesejahteraan seluruh lmasyarakat Kabupaten Mimika. (REDAKSI)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,813PengikutMengikuti
17,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles