Tokoh Pemuda Ini Sarankan Wabup Nduga Surati Gubernur dan Mendagri

0
202

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Tokoh Pemuda Papua, Alberth Ali Kabiay menyarankan Wakil Bupati Nduga, Wentius Nemiangge mengajukan surat pernyataan pengunduran diri secara resmi ke gubernur dan Mendagri.

Saran ini disampaikan Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora (PMT) Provinsi Papua agar kabar mundurnya orang nomor dua di Nduga ini tidak menjadi polemik atau gertak belaka.  “Jika sudah menyatakan mundur diri dari jabatan sebagai wakil bupati, sebaiknya diikuti dengan surat resmi kepada pimpinan tertinggi, ke Gubernur atau ke Mendagri, sesuai mekanisme yang ada,” kata Ali, Minggu (29/12).  

Menurut dia, pengunduran diri merupakan hak setiap warga negara yang memangku jabatan tertentu, apalagi dipilih oleh rakyat dan digaji oleh negara, sehingga akan nampak elok dan elegan jika seorang pejabat bisa melakukan hal itu dengan tertib administrasi.

“Maksudnya, yah itu tadi, disertai dengan surat resmi mundur. Agar Pemerintah Pusat bisa mengetahui secara pasti, juga oleh partai pengusung, DPRD Nduga dan Bupati Nduga sendiri bisa mengetahui dengan resmi, jangan hanya karena emosi sesaat lalu nyatakan mundur tetapi masih menerima hak (gaji,red) dari pemerintah,” katanya.

Ali memandang, kebohongan publik di tengah warga Nduga dan Papua karena menggunakan momentum peristiwa penembakan supir truk. Padahal setahun sebelumnya warga sipil di Lapter Kenyam diserang dan ditembak mati oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau TPN/OPM.

Sadisnya lagi, seorang bocah turut menjadi korban kekerasan kelompok tersebut tanpa prikemanusiaan. Tak hanya itu, guru disiksa dan diperkosa di Nduga hingga pembantaian karyawan PT Istaka Karya 2 Desember 2018.

“Tidak ada kata bela sungkawa atau pernyataan minta dibumi hanguskan KKSB atau TPN/OPM. Tetapi kemudian meminta pemerintah pusat menarik pasukan TNI dan Polri yang sedang melaksanakan penegakkan hukum. Ini menjadi pertanyaan besar, apakah pejabat di Nduga melindungi KKSB atau TPN/OPM atau mungkin juga bagian dari kaki tangan, atau konspirasi karena pembangunan tidak berjalan,” tuturnya seraya heran.

Berkaitan dengan pembangunan, Ali menilai bahwa pendekatan keamanan masih sangat penting untuk menunjang stabilitas ekonomi dan investasi di Papua. “Karena tanpa keamanan yang baik, masyarakat tidak dapat berkatifitas dengan baik, stabilitas disemua bidang, seperti pendidikan dan kesehatan juga tidak berjalan dengan baik, akhirnya pertumbuhan SDM di Papua terhambat,” katanya.

Jika SDM sudah terhambat, secara otomatis indeks pembangunan di Papua tidak bisa berjalan dengan baik. Apalagi jika dikaitkan dengan situasi kekinian di Kabupaten Nduga, menyusul pernyataan pengunduran diri yang sudah tentu akan berpengaruh pada situasi kenyamanan daerah.

“Sekali lagi, kalau Wakil Bupati Nduga mau mundur dari jabatannya, silakan saja itu hak beliau sebagai warga negara, namun juga jangan menggunakan rakyat sebagai alasan, agar mencari simpati publik di Papua,” sarannya.

Ali juga menilai penggunaan senjata api secara ilegal oleh masyarakat sipil di Papua adalah pelanggaran hukum. Sebab, Indonesia mempunyai aturan yang ketat dalam hal kepemilikan senjata api, apa lagi digunakan meneror dan mebunuh rakyat sipil.

“Sudah sewajarnya serta sudah menjadi tupoksi TNI dan Polri untuk mejamin keamanan setiap warga negara dan membasmi kelompok tersebut. Elite-elite di Papua juga harus memiliki pemahaman tentang konteks bernegara yang baik serta taat hukum, jangan terus mempolitisasi narasi mundurnya Wakil Bupati Nduga untuk mendiskreditkan institusi-institusi di Indonesia atau lembaga negara, dengan wacana HAM, dan segala macam,” pungkasnya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here