JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Pasca Aksi Unjuk Rasa yang berujung pada Anarkisme yang menimbulkan pengrusakan, penjarahan serta pembakaran. Forkopimda Daerah Papua menggelar Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal SE.,MM yang di damping oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja Bersama Para Tomas,Toga, dan Todat di Jayapura, bertempat di Hotel Swisbell Jayapura, Sabtu(31/08).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yhosua Pandit Simbiring, S.IP., Kabinda Papua Brigjend TNI Abd. Haris Napoleon, Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesra Sekda Provinsi Papua DR. Muh. Musaat, M.Si, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal, Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Juinta Omboh Sembiring, SH.,SE., Anggota Komisi VI DPR Papua Thomas Sandegau Ketua PGGP Provinsi Papua Pdt. M.P.A Mauri, M.Th., Ketua KKST Alimudin, Ketua Paguyuban Lamongan Nimbar Asyari, Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Flabomora NTT Provinsi Papua Pdt. Gersyon Billik, Tokoh Masyarakat Papua Budi W. Waromi, Pengurus FKUB Pdt. Tumayang.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Provinsi Papua mengatakan bahwa atas nama pemerintah Provinsi Papua mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat karena dalam kondisi situasi yang seperti ini masih tetap menjaga persatuan.

“Kita semua ketahui apa yang terjadi belakangan ini dan tentunya tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi, apapun etnis, agama, suku dan budaya semuanya adalah Papua. Dalam penyampaian aspirasi kemarin, saya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan sudah kami usahakan untuk tidak terjadi hal atau tragedi ini lagi, kami turut merasakan Hal-hal kerugian tersebut,” ucap Wakil Gubernur.

Para Tokoh juga diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih kepada masyarakat, dikarenakan para Tokohlah yang mengetahui dan merasakan betul apa yang terjadi langsung dari masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi atau bertukar pikiran seputar Langkah-langkah yang akan di ambil oleh pemerintah maupun aparat TNI/Polri kedepannya dalam menghadapi situasi seperti ini lagi.

Pada akhirnya, hasil rapat tersebut membahas akan direncanakannya pembuatan/evaluasi situasional Perdasus prosedur Aksi Demo/Unjuk Rasa di Tanah Papua dan direncanakan akan dilaksanakan rekonsiliasi lanjutan yang lebih mendetail dan melibatkan semua elemen terkait pasca aksi anarkis yang berujung pada kriminalitas pengerusakan, penjarahan dan pembakaran. (REDAKSI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here