MERAUKE, Reportasepapua.com – Salah satu tokoh masyarakat Marind, Tarsius Rahailyaan angkat bicara soal kelanjutan Otonomi Khusus (OTSUS) jilid II di Papua. 

“saya minta pemerintah segera lakukan dialog publik setelah adanya pro kontra itu. Dialog menjadi solusi terbaik dengan tokoh Papua dan elit,” kata Tarsius dalam konferensi pers di cafe Phoenam.

Menurutnya, dengan adanya otsus jilid II yang ditawarkan pemerintah pusat, telah terjadi pro kontra berbagai kalangan, hingga minta referendum. Hal tersebut dianggap wajar. Tetapi Pemerintah dan para tokoh harus punya tanggungjawab menyelamatkan masyarakat Papua.

Persoalalan pro kontra penolakan otsus jilid II, dirinya meminta para elit politik maupun tokoh masyarakat, harus bijak melihat persoalan tersebut. Namun harus ingat dengan masyarakat kecil.

Sementara itu, menyoroti pengelolaan dana otsus. Tarsius minta pemerintah pusat dan daerah harus transparan kepada publik, mengingat selama ini dana otsus yang dikucurkan sangat besar nilainya.

“Bagi saya otsus jilid 1 gagal, tapi juga ada memang yang berhasil , dan itu apakah ini oleh pusat atau pemerintah papua. Karena masyarakat OAP merasakan belum adanya sentuhan, sedangkan kucuran dana sudah sangat banyak, tapi saya mau tambahkan bahwa harus evaluasi sebelum lanjut ya” tegasnya.

Mengakhiri kalimatnya, Tarsius bahkan meminta Presiden RI untuk datang ke Papua, dan melakukan dialog dengan melibatkan tokoh tokoh Papua. (Bobby)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here