Umat Katolik Keuskupan Jayapura Serentak Gelar Perayaan Pentakosta

0
4
Uskup Leo Laba Ladjar,OFM saat memimpin perayaan pentakosta di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Jayapura
Uskup Leo Laba Ladjar,OFM saat memimpin perayaan pentakosta di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Jayapura

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Sama seperti umat Kristen, baik Katolik maupun Protestan di seluruh dunia, maka umat Katolik Keuskupan Jayapura, Papua, Minggu pagi  secara serentak   merayakan Pentakosta yaitu perayaan iman datangnya Roh Kudus yang dicurahkan Yesus Kristus setelah bangkit dari kematianNya (Paskah).

 Di dalam situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)  yang belum juga berakhir, umat Katolik  mengikuti perayaan Pentakosta  dari rumah masing-masing  yang  disiarkan  live streaming.  Sementara itu,  di Gereja Katedral Kristus Raja,  jantung Kota Jayapura, perayaan iman ini dipimpin langsung oleh   Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar,OFM didampingi Pastor Roby Tandilinting,Pr.

Sedangkan di wilayah Paroki Gembala Baik, Distrik Abepura, Kota Jayapura perayaan iman yang sama dipimpin Pastor Barnabas Daryana,Pr didampingi Pastor John Bunay,Pr, Pastor Yohanes Emanuel Kayame,Pr dan Pastor Karolus Kune Boruk,Pr.

Dari mimbar pewartaan Gereja Katedral Jayapura, Uskup Leo dalam kotbahnya antara lain mengatakan, pada hari Pentakosta, Roh Kudus mencurahkan “bahasa kasih”  yang mempersatukan semua orang dari berbagai  latarbelakang suku, budaya  dan bahasa. Dalam bahasa Kasih itulah, terbentuk komunitas-komunitas Kristen yang sehati-sejiwa. Mereka semua hidup dalam kasih dan berbelaskasih.

“Semua yang hidup dalam Kasih Kristus menjadi satu dan bersaudara. Karya Roh Kudus yang amat penting adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Namun harus diingat bahwa persatuan itu bukanlah keseragaman. Budaya dan bahasa boleh berbeda-beda tetapi kita tetap bersatu. Tidak ada keseragaman melainkan keberagaman atau keanekaragaman. Di dalam keanekaragaman itulah perbedaan dihormati  dan dihargai,” katanya.

Uskup Leo mengingatkan kepada umat Katolik yang dipimpinnya dan semua orang yang berkehendak baik, bahwa Roh Kudus itu mengerjakan persatuan bukan keseragaman. Dengan demikian, perbedaan apapun jika dikelola dengan baik dan bijaksana maka semuanya menjadi indah seperti terlihat  pada taman  bunga,   kembang  berwarna-warni, dan itulah keindahan dan harmoni.

 “Kita bersatu dan rukun  karena kita menghormati dan menghargai perbedaan, sebaliknya kerukunan kita menjadi rusak apabila kita memaksakan semuanya menjadi seragam,” tegasnya mengingatkan.

Di dalam situasi pandemi Covid-19 ini, Uskup Leo meminta umat Katolik di Keuskupan Jayapura dan semua orang yang berkehendak baik agar bersatu, membangun solidaritas atau rasa kesetiakawanan agar situasi yang mencekam ini segera berlalu.

“Kita harus bersatu, solider dan saling membantu untuk mengatasi virus korona ini,”   katanya.

Sementara itu, di Gereja Gembala Baik, Abepura, Kota Jayapura, Pastor John Bunay,Pr dalam korbahnya meminta umat Katolik di wilayah itu agar memberikan pelayanan kasih kepada semua orang tanpa pamrih sebagai buah dari pencurahan rakhmat (karunia)  Roh Kudus.

Kita semua telah secara Cuma-Cuma menerima karunia istimewa dari Allah melalui Roh Kudus maka berikanlah itu kepada semua orang secara cuma-cuma juga dengan  cara, kita  menjadi saluran berkat bagi banyak orang di sekitar kita,” kata Pastor John Bunay,Pr.

Pastor John mengingatkan kepada semua umat Katolik dan masyarakat dari berbagai suku, agama dan budaya agar terus saling membantu, tidak hanya dalam masa pandemi Covid-19 ini saja tetapi pasca pandemi Covid-19.

“Saya meramalkan, pasca Covid-19  akan terjadi kelaparan hebat karena telah banyak  terjadi pemutusan hubungan kerja yang dialami banyak karyawan perusahaan. Begitu pula, selama pandemi, kita sepertinya disuapi makanan tanpa bekerja bagaikan anak burung disuapi makanan oleh induknya. Tetapi pasca Covid, kita semua harus bangkit menyingsingkan lengan baju untuk bekerja, bekerja dan terus bekerja,” katanya.

Kiranya kita semua bangkit mengolah lahan tidur menjadi kebun pangan, buah-buahan dan sayur mayur; memelihara ternak dan membudidayakan ikan di kolam-kolam air tawar. Tuhan telah memberikan kita semua rakmat berlimpah untuk bekerja menghidupi diri, keluarga dan sesama manusia.

Pada kesempatan perayaan Pentakosta ini, Pastor John Bunay, Pr meminta kepada umat Katolik Abepura dan sekitarnya agar mulai  Senin, 1 Juni hingga  Jumat, 5 Juni, semua umat Katolik melaksanakan Doa dan Puasa untuk memohon kepada Tuhan kiranya pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Mengakhiri perayaan Misa Minggu Hari Raya Pentakosta, Pastor Barnabas Daryana,Pr selaku Pastor Kepala Paroki Gembala Baik, Abepura menghimbau umat Katolik di wilayah yang dipimpinnya untuk berpartisipasi pada acara “ngobrol pintar” atau disingkat “Ngopi” bareng  yang disiarkan live streaming pada Kamis (4/6) Pkl.18.00 WIT bertemakan “Pendidikan dalam masa new normal”   atau keadaan normal yang baru yang belum ada sebelumnya.

Pandemi Korona mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan kenormalan baru, seperti memakai masker ketika keluar rumah, selalu mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik ketika berada di tempat yang ramai. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here