JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Gubernur Papua Lukas Enembe Berencana Bertemu dengan Mahasiwa yang Berada di Jayapura, Namun Undangannya Ditolak Mahasiswa.

Dalam Rapat Koordinasi dan Kosolidasi Antara Forkopimda Provinsi Papua dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Harusnya dihadiri Mahasiswa yang Eksodus dan Mahasiwa dalam rangka menyikapi rencana eksodus mahasiswa papua.

Menanggapi pertanyaan Gubernur Papua, Benyamin Gurik mewakilan Mahasiswa Papua wilayah Pegunungan menyampaikan persepsi para mahasiswa papua bahwa mereka perlu waktu untuk duduk bersama dan menulis isi hati mereka untuk disampaikan kepada Gubernur Papua.

” Semalam kami sudah berdiskusi bersama teman teman mahasiwa yang telah pulang kembali ke jayapura untuk kembali ke tempat kuliah mereka masing masing di luar papua, namun saat kami siapkan bus untuk menjemput mereka ikut dalam rapat hari ini, namun mereka menginformasikan kepada kami bahwa mereka belum siap, mereka masih menunggu teman teman mereka yang lagi dalam perjalanan pulang ke jayapura papua, ” kata Gurik.

” Ya mahasiwa kita yang sudah pulang saat ini sudah sebanyak 1.200, namun kita tidak tahu berapa banyak lagi yang akan pulang ke papua, ” sambung Gubernur Papua

Gubernur harap Mahawsiswa Papua harus kembali ke kota study, karena di papua jayapura disini tidak bisa menampung begitu banyak mahasiswa.

” kita tidak tahu mengapa mereka balik dari kota study, apakah mereka takut atau ada yang menyuruh mereka pulang, ” Tuturnya.

Lanjut Gubernur, Tapi kalau memang mereka merasakan tidak nyaman di kota study mereka, saya akan minta Kapolri dan Tim kepolisian di Papua untuk minta perlindungan khusus untuk mahasiswa papua, yang study di luar papua.

” Permasalahan ini harus kita bawa dalam doa, maka saya sampaikan ke hamba hamba tuhan bahwa pergumulan ini harus kita jalankan, ” tuturnya

Enembe juga mengatakan Jangan manfaatkan kesempatan ini, kalau mau panggil semua 5 wilayah adat, kalau mau panggil Gubernur, MRP, Dari Papua hingga Papua Barat. Bukan hanya satu dua orang dijalan jalan yang dibawa untuk mewakili 5wilayah adat, hal ini tidak bisa dan tidak boleh terjadi.

” Saya datang sebagai orang tua ke mahasiwa papua di jawa timur, tapi mereka jahat, mereka tidak mau terima saya, sebenarnya apa yang mereka pikirkan, atau memang sudah di seting oleh para mahawiswa,” Tutupnya. (BERTI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here